Rabu, 27 November 2013

Sejenak Mendokumentasikan Apresiasi dari Pembaca #TeatrikalHati

Diapresiasi pembaca itu rasanya sesuatu banget.
Baru beberapa hari #TeatrikalHati terbit, (tanggal 20 November kemarin) kemudian edar di tokbuk, alhamdulillah mendapatkan apresiasi yang manis.

Beberapa ingin saya dokumentasikan disini, saking senengnya ^^

Seorang sobat fesbuk nan cantik -Santi Artanti- memberikan kabar melaluli foto bahwa di Gramedia Matraman #TeatrikalHati berada pada rak buku laris. Subhanallah.. subhanallah seneng banget, makasih buat Santi.


Kemudian sms dari mbak Shabrina WS juga mengabarkan bahwa di Togamas Sidoarjo buku duet novel itu juga berada pada rak buku laris, meskipun tak disertai foto saya percaya dan makasih banget.

Duh.. subhanallah saya haru banget, Berterimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan episode manis ini. Tak lupa juga kepada mbak Rantau Anggun yang telah mengajak duet ini..

Eh, masih ada lagi sih, di Twitter kemarin juga sudah ada pembaca yang meresensii novel kami di blognya, kemudian mencolek saya dan mbak Anggun di twitter. Deg-degan awalnya saat baca resensi itu.. heuheu jujur aja saya menyiapkan hati kalau-kalau dapat kritik, kritik membangun pasti hal baik buat kami, tapi ya kalau agaknya pedas kan kudu siap-siap juga berlapang hati, instropeksi, kemudian bersikap bijak dan dewasa.. *tsaaah* :D
Tapi alhamdulillah resensinya cakeppp.. nggak ada celaan kepada isi buku atau penulis. Lega rasanya... tapi resensinya agak spoiler deh.. seluruh cerita dijabarin semua wkwkw.. ya sudahlah nggak apa-apa sudah hak dia mau diapain itu buku yang sudah dia beli. Saya menghormatinya, soalnya lebih baik diapresiasi daripada dibeli tapi enggak dibaca hehehe..

Nah ini dia resensi pertama dari pembaca novel kami itu :

udul buku             : Teatrikal Hati
Penulis                     : Rantau Anggun & Binta Al Mamba
Penerbit                   :Quanta
Terbit                        : November, 2013
Tebal buku             : xx+344 hlm
ISBN                          : 978-602-0226-279

Zahra yang sebelumnya adalah seorang artis beralih profesi menjadi sutradara film setelah dirinya berjilbab. Dan tuan Liem memberinya tugas untuk membuat film yang humanis dan mengharukan. Zahra akhirnya memutuskan untuk mengangkat film dari diary ibunya dan novel ‘Lelaki Hatiku’.

Linda akhirnya menerima pinangan dari dokter muda bernama Bagas. Ia menikah dengannya. Dan perjalanan pernikahan mereka sangat dingin. Ditambah dengan momongan yang belum juga hadir di tengah-tengah mereka, psikologi pasangan suami istri ini pun masih saja dingin. Meski sebenarnya, keduanya ingin menjadi hangat hanya tidak tahu memulainya dari mana. Dan setelah umur hampir kepala empat, barulah penantian panjang akan buah hati yang selama ini diharap-harap, terwujud juga. Linda akhirnya mengandung dan ini bukti dari kesabaran.

Ups... silahkan baca lanjutannya DISINI yaaa, di blognya Adin Dilla, si peresesni buku kami. ^^

4 komentar:

  1. Balasan
    1. makasih mbak.. haru banget nih rasanya :)

      Hapus
  2. aku udah baca resensinya mba:) selamat ya.....tapi asli spoiler tuh.
    insyaallah dianggarin buat beli juga:)

    BalasHapus

Komentar kamu adalah penyambung silaturrahmi kita, maka jangan ragu meninggalkan jejak :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...