Rabu, 26 September 2012

Manisnya pagi.

Tadi pagi, sekitar jam sembilan, saat saya masih asyik menikmati sarapan, merasakan 'eksotis'nya rasa brengkes pencit kesukaan saya. Tiba-tiba Fahri datang bersama Zahra membawa sebuah karangan bunga ala mereka. Mereka datang dengan aroma pengen rebutan dan bertengkar. Zahra seperti biasanya menjadi pihak yang suka merebut apa yang menarik hatinya, tak peduli milik siapa. Dia ingin sekali merebut bunga yang ada di tangan Fahri.

"Bungae aku, mas..bungae aku, mas.." rengek Zahra sembari tangannya mengagapai-gapai.
"Nggak boleh.. ini bunga buat ibuuu," jawab Fahri sembari setengah membentak karena jengkel.

"Kasihkan adeknya, Fahriii!" suruhku sebagai solusi praktis agar bisa tetep melanjutkan sarapan dan Zahra bisa diam.


"Nggak mau, ini aku bikin buat Ibu.. bukan buat adek." ucapnya sambil cemberut dan agak marah-marah, sebentar kemudian berubah rautnya menjadi melas. Duuuh, jahat banget sih ibune iki? batinku berkata. Bergegas aku menerima bunga itu sambil berterima kasih dan memuji-muji bunganya indaaaah sekali (lebay..)

Bunga rakitan si Fahri, dari bunga adenium, melati, daun belimbing wuluh dan bunga rumput liar... bagus ya ^^
Jika dipikir-pikir lagi kok ya so swiiit banget ya anak lanangku itu (Ayahnya saja nggak pernah hehe..). Untuk menambah penghargaan terhadap bunga itu segera saya carikan botol tak terpakai untuk vas. dapatlah bekas botol sirup paracetamol dan kemudian meletakkannya di ruang tamu yang biasanya tak pernah memakai bunga.

Sementara Zahra masih merengek minta bunga itu dan Fahri kekeuh itu bunga hanya buat ibu, maka mau tak mau saya mempercepat acara sarapan,.. biasanya dua suapan harus dijadikan satu :D. Segera ikut keluar untuk mencari bunga dan meniru rakitan Fahri membuatkan satu lagi buat Zahra.

Akhirnya keributan pagi itu selesai. Jika diingat kembali kok ya maniiis sekali rasanya... makasih ya, nak bunganya. Lop u dweh

Beberapa saat kemudian karena gemas, saya ajak foto-foto. Biasanya Zahra yang paling suka dan heboh gaya kalau difoto. Sementara Fahri agak malu malah berpose yang aneh untuk menutupi groginya di depan kamera hehe..

Kalau sengaja diajak foto posenya selalu aneh..  :D


*Kelak saat ia sudah besar dan bisa membuka blog ini, semoga ia bisa senyum-senyum membacanya kemudian menuangkan komen yang entah apa... (berimajinasi)

**Luv Fahri
***And luv Zahra too

9 komentar:

  1. Jadi pingin punya anak lanang, biar bisa dpt kejutan romantis kayak mb Binta :D

    BalasHapus
  2. Jadi ingat keponakan ku yang laki2, kasih bunga buat semua yang ada di rumah,,,

    BalasHapus
  3. Ia deh jadi pengen punya anak >.< hehehe

    BalasHapus
  4. romantis nih putranya mbak :)

    BalasHapus
  5. waaah.. makasih ya yang sdh pada mampir... ^^

    BalasHapus
  6. Foto si Kecil lucu banget. Meleet gaul abiss. hehe

    BalasHapus
  7. pokoknya adi adalah pembaca setia mbak, rasanya aku jadi kangen almarhumah ibu, kangen disayang2, beruntung fahri dan zahra masih punya mbak binta

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh Adi.. smoga bundanya disayang Allah.. mendapat tempat yg terbaik di sisiNya. amiin..
      yup jangan bosen maen dimari :)

      Hapus

Komentar kamu adalah penyambung silaturrahmi kita, maka jangan ragu meninggalkan jejak :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...