Kamis, 17 Januari 2013

Pandangan pertama : Dulu, di ruang tamu.

Mengenang masa lalu...
Kita sebelumnya tak pernah bertemu, dan tak pernah menyangka dipertemukan di ruang tamu.
Ruang tamu, beranda rumahku.
Empat mata kita bertemu, sekejab saja beradu.
Karena sungguh aku merasa masih malu.
Menyodorkan gelas-gelas teh kepadamu.
Gelasnya berdentingan seiring debaran hatiku.
Dan, alamak.. salah satu tutup gelasnya jatuh tepat di depanmu (heuheuheu.. payah)
Mempermainkan ujung jilbab sembari membawa buku, untuk menutupi sikap yang grogi dan kaku. 
Duh, kalau ingat sungguh aku merasa malu-malu (in). ^^
Bagiamana kau menanyakan jawaban dariku,
Dan caraku menjawab 'iya' padamu.


Perjumpaan pertama,
Kamu duduk disana bersama pamanmu.

Kedua, 
Kau datang bersama kakakmu...

Ketiga dan keempat...
Kau datang sendirian,
Lagi-lagi menemuiku di ruang tamu.
Sembari sesekali melirik jam dinding melihat waktu.

Agak lupa pastinya saat itu,
Entah perjumpaan ke 5 atau ke 6 kau datang bersama rombongan keluargamu.
Dengan arak-arakan dan iringan sholawat nabi kita dipertemukan.. hiks, haruuu.

Sungguh kita tak pernah 'jadian' seperti anak jaman sekarang itu.
Beberapa kali bertemu, kita langsung menikah dengan sepenuh restu. 
Alhamdulillah hingga kini, sampai anak-anak memanggilmu ayah dan memanggilku sebagai ibu.
Dan semoga hingga akhir waktu. (Amiiin..)

***

-Mengenang kisah pandangan pertama dengan ayahnya anak-anakku, dalam insomnia mengisi sepotong malam yang bisu-

*** 

*Tulisan ini diikutkan dalam  Give Away Langkah Catatanku.





8 komentar:

  1. dan akhirnya ... aku padamu xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. :P mbak rissa ngintip aja deh.. hehe

      Hapus
  2. kayak lagu ndangdut saja judulnya :)

    BalasHapus
  3. dan akhirnya.. semoga langgeng ya :)

    BalasHapus
  4. ciyee padamu negeri bertemu di teras rumah kenapa ndak disuruh masuk didalem yaa mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan di teras niar.. tp di 'ruang tamu' :P

      Hapus
  5. TAnpa pacaran dan alhamdulillaah berakhir di pelamnian ya, Mba.

    Senangnya, Mba. Berarti ruang tamu menjadi sakasi bisu tuh ya? :D Membawa buku pas gerogi itu bisa sampai jatuh keknya lho. :D

    BalasHapus

Komentar kamu adalah penyambung silaturrahmi kita, maka jangan ragu meninggalkan jejak :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...