Minggu, 21 April 2013

Masak memakai Pecahan Genting.

Tulisan ini diikutkan dalam 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri, minggu kedua dengan tema Rasa Lokal (Local Flavour) 

Saya ingat bahwa ada lagi sesuatu yang unik dari kota saya, tepatnya ya lingkungan tempat saya. Entah ada di daerah lain atau tidak cara memasak seperti yang akan saya ceritakan di bawah ini.

Masyarakat Jawa Timur termasuk Jombang tipikalnya orang yang suka makanan praktis. Namun bukan instan semacam burger atau hotdog gitu. Maksudnya praktis adalah bahan mudah didapat dan gak pake lama cara membuatnya seperti Rendang. Juga kurang suka masakan yang terlalu manis. 

Pernah keluarga kami berkunjung ke daerah Jawa tengah yang umumnya seperti masakan Gudeg menggunakan gula merah agak banyak. Ya, lidah yang terlatih dengan masakan daerah sendiri terkadang tidak familiar dengan rasa yang diluar kebiasaan. Sambil mringis ada yang nyinyir mengucapkan "Itu sayur apa kolak sih? maniis.." hehe.. kerabat yang di jawa tengah bertoleransi dengan lidah kami dan buru-buru membuatkan sambal yang pedas. Yang Jawa tengah jangan tersinggung ya. Masalah perbedaan selera saja bukan ^^ 

Nah masakan-masakan daerah kami yang  menjadi favorit mayoritas penduduk kampung asli adalah masakan sambel-sambel segar. Ada Urap-urap yang disini lebih sering disebut KRAWU. Ada juga nama masakan TRANCAM, sejenis urap-urap namun yang jadikan sayur adalah bahan-bahan mentah. Kalau krawu, sayuran yang dipakai semuanya harus matang dikukus.


Nah yang ingin saya ceritakan adalah cara memasak urap-urap ala kami agar menjadi beda dan unik rasanya, ada cara yang dilakukan turun temurun hingga sekarang masih banyak yang memakainya yaitu membuat Krawu dengan kreweng. Kreweng adalah genting yang sudah pecah dan tak terpakai. 



Pertama-tama, siapkan bumbu urap-urap. Standar saja lah, untuk 2 porsi makan bareng suami saya gunakan 1 cabe merah besar, 3 cabe kecil, 1 siung bawang, seiris kecil kencur dan lengkuas dan ditambah daun jeruk purut. Tentu saja garam, gula dan terasi jangan ketinggalan.

Ulek semua bumbu kemudian 1/4 kelapa diparut dan dicampurkan ke dalam bumbu.



Nah, ini dia krewengnya, cari genting pecah yang bentuknya agak bagus. Kemudian panggang sampai membara, kalau zaman dulu sih dipanggangnya di tungku kayu, berhubung saya masaknya sudah males pake tungku karena udah punya kompor yang tinggal puter knop jadi ya saya panggang di atas kompor saja.



Setelah terlihat membara, angkat pakai sumpit besi, (serius.. jangan pakai tangan ya^^ ) Letakkan di bumbu Krawu yang sudah dicampur kelapa parut. Proses ini dinamakan 'ngecos' karena pasti akan terdengar bunyi 'cosss'.. dengan sangat merdu.


Sesudah itu timbun si kreweng dengan bumbu. Biarkan 3 sampai 5 menit.

Semua foto adalah koleksi pribadi.

Sesudah itu siap urap-urap dengan sayuran yang kita suka. Kebetulan saya kemarin punya jantung pisang jadi ya itulah yang saya masak untuk urap-urap lauk sarapan pagi dengan ditemani tempe goreng dan nasi hangat. Amboiii.. enyaaaak.

Eh tapi jangan lupa ya, si kreweng tadi sisihkan, jangan ikut dimakan yaaaa.. simpen lagi buat besok lusa jika ingin memasak lagi agar tak perlu nyari-nyari lagi.

Silahkan mencoba, selama disekitar anda ada genting yang pecah dijamin pasti bisa memasak Krawu Kreweng yang rasanya eksotis dan maknyis inih. 

***



4 komentar:

  1. unik, tapi pecahan gentingnya dicuci dulu kan mbak ya?

    BalasHapus
  2. Mantab. . jadi lapar ni :D

    BalasHapus
  3. Fungsi pecahan gentengnya untuk apa mbak? :O

    BalasHapus

Komentar kamu adalah penyambung silaturrahmi kita, maka jangan ragu meninggalkan jejak :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...