Tampilkan postingan dengan label Diary emak-emak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary emak-emak. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Blogger Melempem

Baru tahu dari status teman-teman di Facebook, bahwa hari ini adalah hari Blogger. Wah.. seumur-umur jadi blogger nggak pernah niteni hari Blogger hehehe.

Eh emang berapa lama sih saya sudah jadi blogger? sebentar saya lihat dulu sidebar profil saya :D *lupa, nggak niteni juga.

Hmm ternyata sudah sejak tahun 2010 loh sodara, sobat blogger. Tepatnya enggak penting kan ya tanggak atau bulan berapa? hehehe lupa soalnya. Pokoknya saya mulai melek internet ya pada tahun tersebut. Jadi sudah kurang lebih 4 tahunan saya menjadi Blogger nih. Lumayan lama..

Dulu saya semangat sekali menulis blog, berpindah dari yang bisanya menulis di note facebook menjadi postingan blog. Menulis di blog itu lebih asyik sih, karena berasa punya rumah sendiri dan bisa mengatur perabot dan perhiasannya sesuka hati, seuai selera tidak harus seragam biru kayak di facebook.

Dan melanjutkan semangat menulis dan berburu lomba sejak di facebook. Di blog saya juga rajin mencari info lomba dan mengikuti lomba-lomba blog. Tak kenal malu ikutan menulis meskipun tahu bahwa peserta lain tulisannya baguuus-baguuus dan berbobot... dan saya jarang menang kecuali lomba-lomba kecil berhadiah buku dan pulsa. Kayaknya hadiah terbesar dari lomba blog itu uang senilai 300ribu kalau nggak salah. Dari lomba yang diadakan oleh BMI hongkong. Selain itu seringnya dapat buku dan souvenir-soucenir kecil. Tapi ya senengnya itu bukan main deh. Saya selalu berharap suatu saat bisa menjuarai lomba blog yang berhadiah besar. Hmmm... tapi sampai berkali-kali kesempatan itu kayaknya susah sekali dapatnya,

Membaca tips-tips agar menang kok ya bikin saya makin keder, Membaca tulisan peserta lain setelah pengumuman lomba itu jadi tahu betapa buruknya kualitas tulisan saya dan pantas kalau nggak dipilih juri. Dan membaca tulisan peserta lain sebelum lomba malah membuat nyali saya ciut dan modal nekat saya menguap entah kemana.. males gitu deh jadinya. He

Tapi siapa menyangka.. kalau tidak mendapat rejeki dari hadiah lomba saya malah mendapatkan rejeki ngeblog dari jalan lain. Darimana coba? dari job review sodara... hehe. Nggak ngerti penilaiannya berdasarkan apa atau rekomendasi dari siapa, tiba-tiba ada email yang mengajak kerja sama mereview produk mereka. Setekah saya tanyakan email tersebut kepada teman blogger lain, ternyata itu memang job review. Jadi saya mengambilnya. Kan halal tho?. ibarat kuli dapat kerjaan gitu hehe.

Awalnya dapat yang bayarannya 100 ribuan, Alhamdulillah setelah 2x dapat yang bayaran 1.2juta... tapi bayaran yang sampe sejuta itu emang kerjaannya nggak gampang. Harus meliput sebuah acara di surabaya. Jadi saya modal transport juga. Modal capek juga..

Hmmm kini? bagaimana...

Duuh entahlah, rasa hati itu emang kepingin rajin ngeblog. Tapi saya memang orangnya tidak bisa fokus mungkin. Jika sedang mengerjakan buku jadi blognya ditinggal, kemudian kadang nggak lagi ngerjain buku malesnya datang :P :P

Dan karena kemarin dapat cobaan lepi, modem beruntun bermasalah.. sehingga sama sekali nggak bisa nulis. Hiks hiks... lumayan lama saya off menulis sampai bisa beli lepi dan modem lagi. Netbook yang lama servisnya lamaaaa setelah rampung sebentar kemudian rusak lagi.. hhhhrrrgh.

Sekarang piyeee Bu?
Hehehe.. saya nggak sedang mengerjakan tulisan buku atau apapun. Dan sedang tidak dalam kesibukan offline apapun (kan pengangguran sejatiii ). Saya nggak punya alasan selain maales dan tak mampu mengumpulkan semangat seperti dulu lagi, Saat masa-masa awal mengenal internet. Hiks.. mengerikan sekali rasanya. Padahal dengan menulis itu saya merasa lebih hidup. Hal-hal menyenangkan seperti honor, bayaran, royalti atau hadiah-hadiah yang diakibatkan oleh menulis merupakan bonus anugrah yang memang menggiurkan. Anehnya kok ya tidak menjadi pemicu saya untuk kembali bersemangat agar kembali mendapatkan itu semua. Ada apaaaaa dengankuuuu? *ariel mode on..

Hmm.. saya harus bangkit, mengumpulkan kembali semangat menulis. Yaaa dimulai dari tulisan geje blogger melempem ini. Semoga setelah ini bisa rajin lagi.. doain ya teman-teman.. ^^

Senin, 21 Juli 2014

Belanja Niat Sedekah

Bulan Ramadhan bagi kebanyakan orang identik dengan bulan belanja, bulan yang dipastikan biaya untuk keperluan belanja menjadi naik dua kali lipat atau bahkan berkali lipat. Pakar perencanaan keuangan biasanya menganggap buruk kebiasaan tersebut dan memberikan teori untuk membatasi pengeluaran dan menekan biaya.

Padahal belanja Ramadhan itu ada kalanya bukanlah karena konsumtif dan lapar mata. Namun untuk melengkapi kebahagiaan yang adanya hanya pada momen bulan puasa dan lebaran. Seperti belanja membelikan anak-anak baju dan sandal baru, atau belanja makanan untuk dibagi-bagikan kepada sanak kerabat jelang hari raya atau saat mudik. Jika sebelumnya sudah menabung untuk keperluan tersebut maka tak ada salahnya belanja.

Selasa, 08 April 2014

Sisi Lain pesta Demokrasi

Dulu kalau menjelang pemilu sering kali terdengar lagunya, Hmm Lagunya sebagai berikut.. (yang masih nyangkut di ingatan)

Pemilihan umum telah memanggil kitaaa
Seluruh rakyat menyambut gembiraaa
Hak demokrasi pancasilaaa
Itulah Undang-undang Indonesiaaaa

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pemegang amanat yang setiaaa
Dibawah undang-undang dasar empat lima
................ 
Dan seterusnya saya nggak hafal sampai habis ternyata. 

Kini Setelah era orde baru dan reformasi berakhir, suasana pemilu banyak sekali perubahan, dari membludaknya nama dan warna partai dan pemberitaan betapa semrawutnya Indonesia dengan semakin terbukanya media informasi, TV, radio dan bahkan sosial media. Berita korupsi dan juga hawa panas menjelang pemilu semakin panas karena partai yang ada tak hanya 3 biji seperti zaman dulu. Ditambah lagi semua pendukungnya bebas berekspresi di sosial media. Biyuuuh.. tahu sendirilah kayak gimana itu ramainya.

Kamis, 31 Oktober 2013

Bahagia Saat Menerima Hasil USG

Setelah beberapa kali lahiran buku antologi melulu.. entahlah kayaknya sudah nggak ada rasanya yang cetar gitu saat lahiran antologi, cuman secuil karya yang berkumpul rame-rame sama tulisan buanyak teman. Saya kepingin sekali mengharap lebih tinggi mempunyai buku solo, satu buku yang isinya cuman tulisan saya doang...

Berhubung untuk mewujudkan harapan itu nggak mudah, saya pake jurus batu loncatan. Kemarin alhamdulillah meskipun juga masih berupa antologi kumpulan kisah inspiratif, tapi 75% tulisan saya, selebihnya saya lengkapi dengan meminta naskah teman-teman sesama santri. Buku itu bertajuk KISS, kisah indah seputar santri, Terbit tahun lalu. Alhamdulillah meski tidak booming tapi semoga penerbitnya nggak rugi sudah menerbitkan naskah itu ya hohoho..

Selasa, 29 Oktober 2013

Pekerjaan Setrika itu Bukan Passion..

Seorang teman pernah bilang di sms kepada saya "Eh kusangka mbak itu hobby setrika.. passionnya disana.. karena bisa setrika sambil baca buku gituh.. hehehe" teman saya ini bilang begitu soalnya dalam sebuah group kepenulisan saya pernah cerita kalau sanggup baca novel cepat karena bacanya juga bisa sambil setrika :D.

Batin saya bilang, ini orang ngeledek buanget. Mana ada sih orang punya hobby setrika kalau bukan karena terpaksa nggak ada uang untuk bayarin laundry atau ART gitu. Kalau pun ada itu merupakan makhluk jenis perempuan yang langka wkwkwk...

Bukannya saya mau menggerutu atau mengeluh lagi tentang kerjaan satu itu. Dulunya saya ogah-ogahan dan menganggap nggak penting buat setrika, paling saya strika baju suami buat kerja, seragam sekolah anak-anak sama baju kalau buat keluar rumah acara agak resmi gitu. Tapi setelah saya tahu info kesehatan (dari tivi kalau nggak salah) bahwa setrika itu penting sebagai cara membunuh kuman lapis kedua setelah mencuci dan menjemurnya. Apalagi buat pakaian-pakaian dalam, menyetrikanya bisa membunuh kuman-kuman atau virus penyebab kanker yang mengerikan buat menyebutnya saja huhu. Setelah tahu info itu saya jadi tergerak mendisiplinkan diri untuk menyetrika SEMUA baju anggota keluarga saya... termasuk daster-daster dan sarung santai yang saya pakai sehari-hari, baju-baju bermain anak-anak dan lain-lain dan yang paling saya utamakan malahan pakaian-pakaian dalam (ehm maaf bukan maksud porno loh ya^^). Dan merasakan baju yang terkena gosokan estrika beserta pengharum gitu rasanya dipakai emang lebih enak dan nyaman. 

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jalan-jalan di Royal Plaza Sambil Kopdaran

Hari Minggu kemarin bener-bener hari yang menyenangkan deh.
Acara jalan-jalan ke Royal Plaza Surabaya juga bisa sekalian jadi acara janjian kopdaran bersama teman blogger, teman Fesbuk juga teman sesama penulis FLP.. 

Saya datang bersama keluarga,bersama suami, adik ipar dan 3 anak kecil, 2 anak saya Fahri dan Zahra dan juga keponakan saya Manzil. Karena ibunya manzil nggak bisa ikut maka jadilah Mbah uti (ibu saya) ikut dalam rombongan jalan-jalan itu. Sayang lah kalau keluar bawa mobil isinya cuma sedikit hehehe..



Setelah sampai di dalam Royal plaza, namanya anak-anak yang dicari dan diminta duluan adalah arena permainan. Tapi mereka termasuk suka narsis sama kayak yang lagi nulis ini qiqiqi, suka banget kalau diajak atau disuruh foto-foto. Jadi ya foto-foto dulu lah buat kenang-kenangan. Karena jarang-jarang juga kami mampir kesana kalau nggak ada barengan kepentingan lain datang ke Surabaya. 




Bersama 3 krucil yang kemrintil semua, Zahra (baju merah), Manzil (baju pink) dan Fahri (kaos biru putih)


Fahri sama Zahra berpose sejenak :)

Kamis, 10 Oktober 2013

Dunia Zahra, Dunia Merah Muda.

Zahra, adalah bidadari kecil saya. 
yeaaa.. ibu mana sih yang tak menyebut anak perempuannya sebagai bidadarinya? hehe.. 

Ini surat terbuka saya buat Zahra...
Meskipun untuk mengikuti sebuah even di komunitas Emak Blogger namun ini juga murni kata hati ibu buat zahra :)

Dear Zahra, smoga kelak saat kau sudah pandai membaca dan internetan, berpetualang di dunia maya (untuk hal-hal positif) juga bisa membaca tulisan ibu disini ya.

Kelahiranmu dulu sungguh membuat kami bersuka cita, Karena seolah melengkapi kebahagiaan kami setelah mempunyai kakak laki-lakimu, mas Fahri. Serasa lengkap sudah kami memliki sepasang anak laki-laki dan perempuan. 

Dulu waktu lahir ibu sempat sedih melihat wajahmu ditumbuhi banyak bulu, dua alis seolah menyatu, rambut hitam lebat dan seolah pinggiran alis kiri kanan juga menyambung dengan rambut.. huhu. Tapi nenekmu membesarkan hati ibu, bahwa lama-lama bulu-bulu itu akan hilang seiring pertumbuhan melebarnya kulit. Dan alhamdulillah ternyata nenekmu benar, makin hari wajahmu makin bersih dan cantik, putih melebihi warna paling terang punya kedua orang tuamu hihi (Nggak enak juga kalau dikatain orang yang melihatmu terus komentar "iih putih bersih nggak kayak bapak emaknya, niru siapa tuh? hohoho, kamu asli anak ibu sama ayah lho, bukan anak selingkuhan sama tetangga, na'udzubillah deh..).. Huhu malu juga ya ibu ini melihat anak lahir kok mempermasalahkan tampilan fisik. Harusnya saat melihat kau terlahir dengan organ tubuh yang sempurna ibu sudah harus bersykur atas karunia Allah pada kami. Maaf ya... 



Zahra bersama ayah saat belajar merangkak. 6 bulan.
Bersama ibu, 6 bulan.

Kamis, 03 Oktober 2013

Ongkir yang Bikin Mikirrr...

Seorang teman fesbuk dan juga tetangga saya pernah menulis status begini :
"Hmm dulu saya suka baca, sampe sekarang juga masih suka baca loh... baca katalog belanja tapi hehehe.."

Saya membacanya sambil senyum-senyum. Rupanya demam belanja onlen itu juga telah menjangkit padanya.

Ada juga kerabat saya yang pernah menulis komen :
"Duuh setiap gajian rasanya tangan dan mata ini gatel saja pengen ngeklik gambar-gambar yang ditawarkan toko online..". waktu itu saya bikin status apa ya? lupa. Intinya tentang kebiasaan wanita yang gak bisa nahan melihat deretan model fashion terbaru.

Selasa, 27 Agustus 2013

Definisi cinta menurut bu RT.

Cinta itu...
Ketika tak ada maki-maki saat masakan yang kau hidangkan keasinan....
Bahkan juga sempat bilang " wis tho, Dek! apa aja yang dimasak tangan pean semua enak deeh.." ^^
Tak ada marah-marah saat hape di saku celana ikut kecebur tergiling di mesin cucian...
Dan mau bantu angkat jemuran saat 'mantan pacar'nya fesbukan. Ahay.. huhu hoho..

Cinta itu...
Saat bibir kecilnya bilang dengan polosnya.. "masakan ibuk juaraaa.."
Meski yang terhidang diatas piringnya hanya tempe goreng dan sayur bening bayam..

Dan cinta itu...

Minggu, 18 Agustus 2013

Benarkah Tape itu Haram?!!!

Beberapa waktu kemarin saya diajak teman masuk sebuah grup Facebook -My Halal Kitchen-.. isinya manfaat sih banyak info tentang kehalalan produk-produk yang beredar di pasaran. Berdasarkan ijtihad dan keterangan dari para pakar.

Hmm namun saya agak kaget ketika mendapati artikel tentang Tape.. dalam artikel tersebut digiring opini bahwa hukum tape adalah haram karena ada kandungan alkohol di dalamnya, namun MUI belum menyatakan ke-haram-an tersebut jadi dijadikan hukum -syubhat- alias samar... hohoho tentu saja saya jadi galau dong sodara-sodara.. karena di kampung saya itu banyak tetangga produksi tape ketan hijau. Home industri yang tersebar di berbagai sudutnya dan lumayan mengangkat perekonomian mereka.

Berikut adalah copas artikelnya dari link https://www.facebook.com/groups/myhalalkitchen/doc/10150886976919698/ : 

Tape merupakan salah satu makanan terpopuler di Indonesia, banyak tersedia di mana mana, bahkan merupakan menjadi makanan favorit pada waktu lebaran di beberapa daerah.  Akan tetapi, banyak sekali pertanyaan di seputar kehalalan tape ini mengingat tape mengandung alkohol dan alkohol merupakan komponen yang paling banyak terdapat pada minuman keras, sedangkan minuman keras adalah salah satu bentuk khamar yang keharamannya jelas.  Dengan demikian, bagaimana dengan tape, apakah masuk kedalam kategori khamar?  Mari kita diskusikan masalah tape ini dari berbagai segi.

Mengenai khamar, dalam menetapkan hukumnya yang pertama dikemukakan adalah hukum syar'inya, sedangkan ilmiah atau empiris (seperti adanya alkohol atau kadar alkohol) hanya bersifat mendukung saja. Dalam menetapkan hukum pun tidak hanya diambil satu dua dalil saja akan tetapi harus dilihat keseluruhan dalil karena semua dalil tersebut bersifat saling menguatkan dan melengkapi.

Dalil yang pertama dalam masalah khamar berbunyi "setiap yang memabukkan adalah khamar (termasuk khamar) dan setiap khamar adalah diharamkan” (Hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Abdullah bin Umar), selanjutnya dalil yang kedua berbunyi “khamar itu adalah sesuatu yang mengacaukan akal" (pidato Umar bin Khattab menurut riwayat Bukhari dan Muslim). Dalam memahami kedua dalil ini maka yang harus disadari adalah ini berlaku bagi segala sesuatu yang biasa dikonsumsi seperti minuman beralkohol (alcoholic beverages), ganja (dilinting dan dirokok), hasis, morfin (disuntikkan), bubuk narkoba (dihirup), dll. Untuk sesuatu yang tidak biasa dikonsumsi seperti alkohol dalam bentuk murninya dan pelarut pelarut organik lainnya (alkohol atau etanol adalah salah satu jenis pelarut organik) seharusnya tidak terkena hukum ini karena mereka tidak dikonsumsi.

Minggu, 04 Agustus 2013

Marmut...



Suatu senja, saatnya berbuka puasa..
Ayahnya Fahri yang tadinya berangkat ke musholla tiba-tiba balik pulang dengan membawa seekor marmut kecil dan menunjukkannya kepada Zahra.
"Digigit kucing, dibawa lari-lari terus kuambil.. kasiyan.." certa suami saya.
Wew.. jadi kami kontan memeliharanya meskipun tak punya kandang. Suami saya menaruh marmut kecil itu di dalam kardus, dan saya memberi makanan apa adanya, mengambilkan sayuran yang tersedia di kulkas, waktu itu adanya cuma sawi putih.

Sembari tanya-tanya ke tetangga, cari info siapa yang punya piaraan marmut, hewan kecil itu tetap berada di rumah kami. Lucu sekali ya ternyata dia.. kalau dilihat dan ditungguin dia diem saja.. entah malu entah takut. Tapi kalau ditinggal pergi diam-diam dia mau maem dan bergerak-gerak.. "Krauks.. krauks" gitu suaranya. Mirip seperti novel anak-anak -Petualangan Ciki Kelinci- punya mbak Shabrina WS.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Tak Ada yang Instan kecuali Mie...

Ramadhan hampir saja berakhir ya...
10 hari terakhir serasa semakin berat. Suasana 10 hari terakhir yang harusnya menjadi ajang pencarian Lailatul Qodar malah semakin sepi peminat. Baris-baris tarawih di musholla depan rumah saya hanya tinggal sebaris aja.. Mirizzz tapi bukan hal yang mudah memang mengubah fakta itu...

Oh ya, ramadhan ini saya masih setia menonton acara #Hafidz Indonesia, yang sore setiap jam setengah tiga itu tetep saya bela-belain sambil masak lari-lari dari dapur ke ruang tengah tempat TV berada, Volume saya kencengin agar kalo kelewat masih bisa dengar suaranya, karena meski ada tayangan ulang selepas sahur saya gak bisa nonton,.. yaa waktu buat ngaji sendiri juga doong.

Dan karena acara tersebut bagi saya tetap menjadi motivasi dan dorongan untuk bercita-cita mempunyai anak-anak yang Hafidz-Hafidzah.

Saya mengidolakan semua peserta. Karena mereka semua hebat. Saya merasa itu bukanlah sebuah kompetisi, meskipun secara kreatifitas pekerja TV itu menampilkan konsepnya seperti persaingan mendapat gelar terbaik dan terhebat. Mengekor kompetisi ajang-ajang pencarian bakat yang sedang marak di sana-sini.

"Cemerlang..! dengarkan baik-baik ya.. perhatikan dengan tenang, agar Cemerlang mendapat rahmat.." Selalu teringat kata-kata Alvin Firmansyah kepada setiap peserta saat akan melakukan tes sambung ayat. Dia adalah si anak hebat penghafal 17 juz yang jadi juri sambung ayat di acara #Hafidz Indonesia tersebut. Anak itu benar-benar mencuri perhatian saya karena suaranya pas ngaji sangat bagus, tajwidnya bagus,  makhrajnya bagus  Langgamnya merdu dan indah.. duuuh Subhanallah, dulu saya sangka penguji ayat itu dari kaset-kaset ngajinya Syaikh arab.. (boleh doong ngefans.. kayak orang-orang lain saat ngefans sama Fatin Sidqia Lubis ^^)


Alvin bersama bunda dan adik-adiknya yang juga penghafal Qur'an.. gambar berasal dari : http://fey777.com/alvin-si-hafidz-cilik-anak-biasa-yang-luar-biasa.html 


Dan setelah saya telusuri, mencari-cari info tentang Alvin itu saya menemukan beberapa hal yang menarik. Diantaranya adalah kisah kesehariannya, yang mana Alvin bukanlah terlahir dari pesantren atau SDIT. Dia sekolah di SD biasa yang pulangnya tak sampai sore hari, masih punya banyak waktu bermain layaknya anak-anak. Subhanallah.. telaten sekali ya orang tuanya.

Selasa, 30 Juli 2013

Bukan Sinisme Ibu Rumah Tangga.

Bismillahirrohmanirrohiim..

Kembali saya menuliskan renungan yang menghampiri batin saya saat Ramadhan ini.
Sebelumnya saya perlu menegaskan dalam sebuah prakata, agar keseluruhan tulisan saya ini nanti tidak dinilai macam-macam, karena mentang-mentang saya ibu rumah tangga kemudian dianggap sebagai sebuah bentuk sinisme terhadap perempuan karier (yang berupa Work at Home Mom atau Work Out Home Mom.. bener nggak sih istilahnya?, ya pokoknya itulah.. saya yakin anda pasti faham lah^^)

Saya pernah mendengar seorang teman perempuan yang meski ibu rumah tangga tapi cakap juga menembus peluang bisnis. Dia seorang kader dakwah.. dia pernah berkata begini : "Zaman sekarang gitu loh, kalau ngandelin suami aja mana bisa?". Padahal posisi suaminya saat itu punya pekerjaan yang cukup mapan. Tapi dia masih merasa belum 'cukup'. Sungguh batas kata 'cukup' dalam kebutuhan hidup itu relatif. Cukup menurut gaya hidup saya belum tentu cukup menurut gaya hidup orang lain.

Sabtu, 20 Juli 2013

Tak Perlu Berkorban Pulsa Sms Untuk Mengungkapkan Cinta...

Rasanya baru kali ini saya benar-benar suka, setuju dan mendukung sebuah tayangan televisi yang bertajuk ajang pencarian bakat. Yang secara terselubung telah membangun sosok-sosok idola baru untuk dipuja masyarakat.

Acara #HafidzIndonesia…

Muhtadi Ahmad (Adi ) 3tahun, Peserta Hafidz Indonesia minggu ke2 sudah lancar hafalan juz ke 30 dalam Alqur'an, beserta tajwid dan tartilnya.. Kereeeeen super duper... gambar berasal dari fanpage Hafidz Indonesia : https://www.facebook.com/pages/Hafidz-indonesia-RCTI/538605456187465?fref=ts


Niat saya semula agar Ramadhan tahun ini menghindari TV, karena melihat iklan-iklan program tayangan yang ditawarkan ya itu-itu saja. Sinetron yang dibungkus suasana religi tapi membosankan, banyak yang seting pesantren tapi kadang adegannya nggak sesuai dengan fakta di pesantren, waktu tayang prime time (bertepatan dengan tarawih), iringan menemani sahur dan berbuka juga kebanyakan komedi dan pagelaran musik yang enggak banget. Kemudian karena disms seorang teman yang menginfokan tentang acara #HafidzIndonesia itu, saya jadi berubah fikiran. Mengecualikan untuk tayangan audisi penghafal qur’an cilik itu.
Subhanallah, setelah benar-benar melihat anak-anak kecil itu melafadzkan alQur’an dengan tajwid dan tartil yang indah sekali. Sesak rasanya dada ini. Haru campur aduk antara rasa kagum, malu, kepengen dan lain-lain.

Kagum karena mereka begitu keciiil namun sudah hafal --- tentu saja siapa yang tidak kagum coba?, hebat dan telaten banget bunda-bunda mereka sehingga bisa membentuk anak-anak yang sedemikian.

Minggu, 14 Juli 2013

Menyambut First day School dengan Sederhana.


Senangnya hari ini sekolah....
Terlihat Semringah si Zahra, sudah hampir dari setengah tahun yang lalu dia pengeeen sekolah, tapi memang saya tak memasukkannya ke PlayGroup, homeskuling aja sama emaknya di rumah (kalau ngajari mengenal huruf, menggambar, menyanyi dan do'a-do'a pendek masih bisa lah emaknya biar jelek gini ^^), karena juga menunda waktu lebih lama bersama dia di rumah hehehe..

Karena Ramadhan, (dan aslinya juga dari pihak sekolah jahit seragam belum rampung, sehingga seragam yang kami terima belum lengkap) Anak-anak dianjurkan memakai busana muslim saja. Dan juga membawa Iqro.

Dan karena ayahnya si Zahra pedagang baju, maka bolehlah ngabil satu yang baru biar dia makin syeneng. Tak apa-apalah karena dipikir-pikir kami belum membelikan tas, sepatu dan apa-apa alat sekolah baru buat Zahra. Ya kami hanya tak ingin membiasakan bahwa setiap ajaran baru harus serba baru. Toh mereka anak-anak saya tak begitu mengerti barang baru atau bekas. Jadi Zahra yang masih pake sepatu bekas sepupunya --yang kebetulan berwarna pink warna favoritnya-- dia tetep seneng aja nggak protes. Kaus kaki juga bekas punya kakanya si Fahri ---bukan bekas karena sudah terpakai sih--- cuman dulu Ayahnya memberikan Fahri kaus kaki salah warna, anak cowok dibeliin warna oranye menyala sama biru campur pink yang cewek banget. Jadi kaus kaki yang gak jadi terpakai itu saya simpan sejak dulu buat Zahra. Dia hepi-hepi saja tuh^^..

Ya maksud saya adalah mengajarkan kesederhanaan sejak awal, smoga kelak bisa mereka mengerti dan menjadi idelaisme dan gaya hidup dalam diri mereka.

Fahri juga enjoy aja tetap memakai tas lama, karena masih ada 2 tas yang kuat dan bahannya belum  ada yg rusak. Masih bisa terpakai kenapa harus beli yang baru? iya kan..

Nah ini dia ekspresi ceria mereka.. saya sama suami gemas mengabadikan gambar mereka.. tadaaa..

Mejeng dulu sebelum berangkat sekolah ^^

Kamis, 20 Juni 2013

Icip-icip Teh Manis Ayah

Ikutan even dari Sariwangi... silahkan mampir ya temans^^.. 
Mohon vote dan komennya jika berkenan disini : http://mari-bicara.com/momen/icip-icip-teh-manis-ayah.html
--------------------------------------------------------------------------

Kami merupakan keluarga yang termasuk banyak punya waktu untuk berkumpul setiap harinya. Kerja suami saya yang wiraswasta hanya sampai jam 12 atau jam 1 siang hari. Anak sulung saya juga sudah pulang sekolah jam 11. Jadi banyak sekali waktu bertemu dan berkumpul. Namun saya tetap mewajibkan berkumpul yang benar-benar berkwalitas dan bisa menautkan hati masing-masing kami dalam kedekatan. Biasanya waktu itu adalah pagi sebelum mereka semua berangkat beraktivitas. Saya menyiapkan semua keperluan mereka. Sarapan dan tak lupa minuman hangat teh sariwangi untuk suami. Susu untuk anak-anak dan kopi untuk saya. Memang beda selera sih, tapi ya lucunya kadang kami saling icip minuman yang lain hehe.. saya dan anak-anak sering ikut icip-icip teh punya Ayah. Dia tak marah asalkan esok dibuatkan di gelas yang lebih besar. Supaya kalau jadi sasaran icip-icip kami, ayah masih punya sisa yang banyak dan bisa puas.


Tak ada istilah tidak menghargai ayah atau suami karena memberikannya sisa icip-icip kami. Karena sudah terjalinnya kasih sayang dan saling percaya diantara kami.

Senin, 20 Mei 2013

Aktualisasi, selingan penat dan berbagi manfaat

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ke-7 dengan tema "Seandainya saya tidak ngeblog''.
------------------------------------------


Ngeblog ituuuu.. ehm sesuatu banget.
Bukannya sok ikut-ikutan Mbak Syahrinol, tapi beneran saya merasakan bahwa ngeblog itu lebih sesuatu daripada nulis di media lain.

Dulu saat masih sangat gaptek, kenal internet pertamanya hanya social media Facebook, saya sukanya nulis di note facebook. Kemudian ngetag teman-teman yang saya ingin mereka baca tulisan saya. Senang sekali rasanya mendapat respon dan apresiasi atas apa yang saya tulis. Apresiasi menyenangkan itu tak melulu berupa pujian, namun tanggapan yang cocok dengan tema tulisan yang saya suguhkan itu lebih berharga di hati saya. Saya malah agak kurang suka dengan komen yang 'wah keren', 'bagus' dan gitu-gitu saja... malah saya jadi mikir bahwa sebenarnya dia nggak membaca cuman unjuk gigi atau numpang lewat aja hehehe..

Kritik dan saran juga merupakan apresiasi yang bermanfaat, meskipun jujur saja kalau terlalu pedas dan menggurui itu rasanya tidak menyenangkan (jujurrr amiit, Bu!.. ^^).

Namun seiring perkembangan jam terbang saya berkencan sama Latipah (nama netbook saya.. ) lama-lama saya bisa membuat blog, dengan panduan teman facebook dan juga Syaikh Gugel. Maka saya  punya blog dan mulai mengisinya dengan macam-macam tulisan. Awalnya cuma impor dari note-note FB lama-lama saya lebih merasa asyik mendokumentasikan lintasan-lintasan pemikiran saya lewat blog. Gimana ya? rasanya lebih private, menarik dilihat, dan tidak mengganggu orang (seiring waktu saya memahami sesuatu bahwa kerjaan ngetag-ngetag tulisan ke FB orang lain itu agak menggaggu, saya memposisikan diri sendiri yang saat kebanjiran tag dari teman dan tak bisa baca jadi merasa bersalah kalau tidak baca, kemudian merasa agak 'terpaksa' buat baca dan mampir komen, lagipula ngetag itu juga aslinya ribet dan menyita waktu jadi lama-lama jadi malas melakukannya).

Jumat, 12 April 2013

Lijo, Pracangan dan Pasar krempyeng

Ketika ada yang memberikan rangsangan untuk rajin menulis blog, maka saya pun ingin menyambutnya dengan hangat. Saat digelar ajang menulis "8 hari ngeblog" oleh komunitas blogger makassar ANGIN MAMIRI, maka saya menyatakan terlebih dahulu bahwa tulisan ini diikutkan dalam 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri, minggu pertama. 

So cekidot ^^..

Jika teman-teman berkunjung ke tempat tinggalku di salah satu sudut kota Jombang (sudutnya kota maknanya kampung^^..), mungkin tak banyak yang bisa saya ceritakan untuk kemudian dijadikan pemikat supaya kalian bisa betah berlama-lama disini. Namun saya tetep pengen cerita hehehe...

Sedikit aktifitas pagi yang bersinggungan dengan orang-orang disekitar saya. Pagi bagi ibu rumah tangga seperti saya pasti lumrahnya bangun kemudian turun ke dapur, kemudian mencari kelengkapan lauk pauk dan sayur ke tukang sayur. Kalau di kampung saya ada 3 macam tukang sayur, yang satu dijajakan keliling namanya Lijo, dan satu lagi tidak dijajakan keliling melainkan hanya digelar di depan rumah sebagai toko kecil khusus bahan dapur namanya Pracangan. Dan ada satu lagi tukang jualan lauk dan bahan dapur yang menggelar dagangannya di pinggiran jalan ramai (biasanya di pojok perempatan tempat lalu lalang orang disediakan angkring bambu oleh warga sekitar untuk tempat duduk-duduk santai sore dan malam hari, juga dibuat tempat ronda saat malam, maka pada pagi harinya kadang dimanfaatkan oleh tukang sayur menggelar dagangannya), nah tukang sayur yang terakhir itu tempat mangkalnya dinamakan pasar krempyeng, ramainya diumpamakan pasar namun hanya sak krempyengan alias sekajab saja sesudah jam tujuh akan kembali sepi dan senyap.

Penampilan Lijo (tukang sayur) di kampung saya kurang lebih seperti ini, dulu banyak yang menggunakan sepeda onthel tapi lijo zaman sekarang lebih banyak yang memakai sepeda motor dengan  rengkek  penuh  bermacam-macam bahan  makanan. Gambar berasal dari SINI.


Saya biasanya belanja di pracangan. Penjual kebutuhan dapur yang memajang dagangan di rumahnya sendiri.  Saya memilih penjual yang datang kulakannya paling pagi.

Kamis, 21 Maret 2013

Menjadi istrinya orang baiiik, harusnya bagaimana?

Personal branding, sebuah istilah yang saya fahami padan katanya sebagai ciri khas yang membuat seseorang dikenali. Sebagaimana Kak Seto terkenal dalam bidang kepedulian terhadap anak-anak, kemudian Dokter Boyke terkenal dalam bidang kesehatan seks, ada lagi Roy Suryo yang sering diwawancarai wartawan mengenai telematika (eh ternyata kok malah diangkat jadi menteri olah raga dan ngurusin PSSI yang bikin pusing itu ya? ops..^^).

Yup masing-masing orang kayaknya memang punya personal branding sendiri. Di dunia onlen mapun offlen, jadi rumus patennya adalah.. ketika orang mempunyai ciri khas maka ia menjadi gampang diingat. 

Nah yang akan saya bahas di postingan ini adalah tentang seseorang yang personal brandingnya itu adalah 'ringan tangan'. Bukan berarti ringan tangan itu suka memukul atau gampang menendang. Namun perumpamaan dari baik hati dan suka menolong. 

Dia adalah seorang laki-laki yang telah menjadi suami saya, ayah anak-anak saya, menantu dari orang tua saya, cucu dari kakek saya plus juga menjadi keponakan dari budhe dan bulek saya... hmmm. Dia orang baru yang hadir di keluarga kami namun begitu memikat keluarga saya sedemikian rupa. Senang dan agak gemas rasanya.

Apa pasal?

Senin, 25 Februari 2013

Father monster yang jadi kesayangan.


Saya nggak tahu kenapa kedua anak saya sangat dekat sama ayahnya. Padahal saya, emaknya ini juga sayaaang banget sama mereka. Bahkan kalau boleh dibilang yang lebih galak adalah ayahnya, father monster dweh.

Foto ayah bersama Zahra saat masih berumur sekitar 1 tahun, diampil dengan kamera jadul (lupa mereknya) sudah dijual sih hapenya hehe.. 

Dan yang paling bikin saya bweteeeeh adalah ketika usia jelang 1 tahun dan mulai belajar bicara kedua anak saya kompakan, yang dipanggil pertama adalah yayaaaah yayaaaah saja.. huks huks.

Sampai sekarang pun, Ayah adalah yang paling ditunggu ketika pulang. Jadi rebutan minta gendong, minta pangku minta ini itu.. ketika datang, iyalah jadi rebutan karena kalo pulang bawa jajan, bawa buah duku, klengkeng, batagor, bawa es krim. Emaknya cuman punya 'sogokan' nasi sama lauk makanan pokoknya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...