Saya tersenyum geli membaca berita VOA pada Sabtu, 28 Juli 2012, yang berjudul -Manula bernyanyi supaya lebih sehat-.
Saat ini ada 11 kelompok paduan suara di daerah Washington yang dinaungi oleh lembaga kreativitas manula Encore Creativity for Older Adults, dengan satu kelompok afiliasi di negara bagian Ohio. Encore beranggotakan 550 penyanyi dengan usia rata-rata 73 tahun, namun ada juga yang berumur 90an.
Riset pada tahun 2001 itu membandingkan 150 peserta dengan sekelompok manula yang tidak aktif. Hasilnya, para penyanyi itu memiliki moral yang lebih baik, dengan tingkat depresi yang lebih rendah dan kesehatan secara umum yang lebih baik.
Bukannya hendak ingin mengomentari berita tersebut, kemudian mengkritik atau memberikan solusi. Hanya saja saya jadi teringat kemarin baru saja mengunjungi nenek yang sedang ikut pondok romadhon lansia di Masjid raudhotul 'Arifin, Cukir (lokasinya dekat dengan ponpes tebu Ireng, makam Gus Dur)
Masjid yang terdiri dari 2 lantai itu disulap menjadi seperti tempat penampungan para lansia. Isinya nenek-nenek semua (ya iyalah.. ^^) Selama Ramadhan mereka tidur, makan dan beraktifitas di masjid tersebut. Nenek-nenek tersebut berasal dari daerah sekitar Cukir dan Jombang. Beberapa juga berasal dari luar jombang.
Saat ini ada 11 kelompok paduan suara di daerah Washington yang dinaungi oleh lembaga kreativitas manula Encore Creativity for Older Adults, dengan satu kelompok afiliasi di negara bagian Ohio. Encore beranggotakan 550 penyanyi dengan usia rata-rata 73 tahun, namun ada juga yang berumur 90an.
Riset pada tahun 2001 itu membandingkan 150 peserta dengan sekelompok manula yang tidak aktif. Hasilnya, para penyanyi itu memiliki moral yang lebih baik, dengan tingkat depresi yang lebih rendah dan kesehatan secara umum yang lebih baik.
Bukannya hendak ingin mengomentari berita tersebut, kemudian mengkritik atau memberikan solusi. Hanya saja saya jadi teringat kemarin baru saja mengunjungi nenek yang sedang ikut pondok romadhon lansia di Masjid raudhotul 'Arifin, Cukir (lokasinya dekat dengan ponpes tebu Ireng, makam Gus Dur)
Masjid yang terdiri dari 2 lantai itu disulap menjadi seperti tempat penampungan para lansia. Isinya nenek-nenek semua (ya iyalah.. ^^) Selama Ramadhan mereka tidur, makan dan beraktifitas di masjid tersebut. Nenek-nenek tersebut berasal dari daerah sekitar Cukir dan Jombang. Beberapa juga berasal dari luar jombang.

