Sering melihat tayangan televisi yang berupa adegan mabuk?
Kalau saya, sering sekali. Di tayangan produksi Indonesia maupun luar negeri. Kebanyakan adegannya dramatis menggambarkan seorang tokoh yang putus asa, putus cinta, bisnis hancur karena dicurangi, dan lain-lain. Namun ada juga yang malah menjadi ikon sebuah kehebatan ilmu bela diri. Saya ingat betul serial kungfu Drunken Master (meski perempuan, saat kecil saya penyuka film silat dan kungfu hehehe..) yang pendekarnya menjadi semakin hebat ketika dia mabuk, kungfunya akan menjadi tak terkalahkan seusai meminum segentong tuak. Musuh-musuh dapat dengan mudah dilumpuhkan ketika si pendekar berkungfu dalam keadaan mabuk. Dulu saya dan teman-teman masih sangat belia, bahkan masih terbilang usia anak-anak ikut mengangumi aksi-aksi si pendekar mabuk, mengidolakan bahkan menirukan beberapa gerakannya. Karena unik, lucu dan memang terlihat menarik.
Ada juga di beberapa tayangan digambarkan beradu tanding resistensi tubuh terhadap alkohol. Membuat lomba minum, siapa yang mabuk duluan berarti kalah. Dan juga digambarkan minum-minum tidak hanya sebagai luapan kesedihan namun sebagai hal yang wajar untuk merayakan sesuatu, sebuah pesta dikatakan belum lengkap jika tidak diakhiri minum sampai mabuk. Ckck.. miris.
Kalau pada karya tulis, semisal fiksi, novel, cerpen dan semacamnya? pernah nggak melihat adegan tokoh yang mabuk?
Kalau saya, sering sekali. Di tayangan produksi Indonesia maupun luar negeri. Kebanyakan adegannya dramatis menggambarkan seorang tokoh yang putus asa, putus cinta, bisnis hancur karena dicurangi, dan lain-lain. Namun ada juga yang malah menjadi ikon sebuah kehebatan ilmu bela diri. Saya ingat betul serial kungfu Drunken Master (meski perempuan, saat kecil saya penyuka film silat dan kungfu hehehe..) yang pendekarnya menjadi semakin hebat ketika dia mabuk, kungfunya akan menjadi tak terkalahkan seusai meminum segentong tuak. Musuh-musuh dapat dengan mudah dilumpuhkan ketika si pendekar berkungfu dalam keadaan mabuk. Dulu saya dan teman-teman masih sangat belia, bahkan masih terbilang usia anak-anak ikut mengangumi aksi-aksi si pendekar mabuk, mengidolakan bahkan menirukan beberapa gerakannya. Karena unik, lucu dan memang terlihat menarik.
![]() |
| Aksi pendekar mabuk. Gambar berasal dari SINI. |
Ada juga di beberapa tayangan digambarkan beradu tanding resistensi tubuh terhadap alkohol. Membuat lomba minum, siapa yang mabuk duluan berarti kalah. Dan juga digambarkan minum-minum tidak hanya sebagai luapan kesedihan namun sebagai hal yang wajar untuk merayakan sesuatu, sebuah pesta dikatakan belum lengkap jika tidak diakhiri minum sampai mabuk. Ckck.. miris.
Kalau pada karya tulis, semisal fiksi, novel, cerpen dan semacamnya? pernah nggak melihat adegan tokoh yang mabuk?
.jpg)

