Tampilkan postingan dengan label Cerita krucil ^_^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita krucil ^_^. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Oktober 2013

Prestasi Itu Tak Melulu Harus Berupa Angka


Puas sekali melihat hasil nilai UTS Fahri. Meskipun ayahnya sempat bilang nilai-nilainya Fahri menurun... karena kelas 1 kemarin dia sering dapat angka sempurna 100.

Owalah.. nilai 90 itu sudah kereen, semua nilainya 90 keatas, cuman 1 pelajaran yang dapat nilai 82. Masih masuk standar sekolah yang harus mencapai angka 8.

Saya katakan sama Fahri, "Ini sudah bagus kok, Nak.. ibu sudah seneng yang penting berapapun nilainya didapat dengan jujur, bukan nyontek atau kerjasama dengan teman.. oke!".

Kamis, 10 Oktober 2013

Dunia Zahra, Dunia Merah Muda.

Zahra, adalah bidadari kecil saya. 
yeaaa.. ibu mana sih yang tak menyebut anak perempuannya sebagai bidadarinya? hehe.. 

Ini surat terbuka saya buat Zahra...
Meskipun untuk mengikuti sebuah even di komunitas Emak Blogger namun ini juga murni kata hati ibu buat zahra :)

Dear Zahra, smoga kelak saat kau sudah pandai membaca dan internetan, berpetualang di dunia maya (untuk hal-hal positif) juga bisa membaca tulisan ibu disini ya.

Kelahiranmu dulu sungguh membuat kami bersuka cita, Karena seolah melengkapi kebahagiaan kami setelah mempunyai kakak laki-lakimu, mas Fahri. Serasa lengkap sudah kami memliki sepasang anak laki-laki dan perempuan. 

Dulu waktu lahir ibu sempat sedih melihat wajahmu ditumbuhi banyak bulu, dua alis seolah menyatu, rambut hitam lebat dan seolah pinggiran alis kiri kanan juga menyambung dengan rambut.. huhu. Tapi nenekmu membesarkan hati ibu, bahwa lama-lama bulu-bulu itu akan hilang seiring pertumbuhan melebarnya kulit. Dan alhamdulillah ternyata nenekmu benar, makin hari wajahmu makin bersih dan cantik, putih melebihi warna paling terang punya kedua orang tuamu hihi (Nggak enak juga kalau dikatain orang yang melihatmu terus komentar "iih putih bersih nggak kayak bapak emaknya, niru siapa tuh? hohoho, kamu asli anak ibu sama ayah lho, bukan anak selingkuhan sama tetangga, na'udzubillah deh..).. Huhu malu juga ya ibu ini melihat anak lahir kok mempermasalahkan tampilan fisik. Harusnya saat melihat kau terlahir dengan organ tubuh yang sempurna ibu sudah harus bersykur atas karunia Allah pada kami. Maaf ya... 



Zahra bersama ayah saat belajar merangkak. 6 bulan.
Bersama ibu, 6 bulan.

Rabu, 02 Oktober 2013

Ada Saatnya Harus Menjadi 'Mother Monster'

Saya mungkin orang tua yang tak begitu menerapkan teori-teori yang pernah diberikan olah para pakar pendidikan anak, baik itu yang terdapat dalam artikel, buku atau seminar. Pada kenyataannya selain teori itu susah dipraktekkan tetapi juga ternyata tak semua cocok untuk semua anak-anak yang sangat beragam karakternya

Sesungguhnya watak atau karakter anak tentulah yang paling mengenalnya adalah orang tua. Orang yang menemani aktifitasnya selama 24 jam, dan harusnya yang paling mengerti cara penanganannya juga orang tuanya, bukan orang lain. Tak semua kata-kata psikolog atau anggota komnas perlindungan anak teorinya harus dipatuhi. Ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan kondisi tertentu saat berinteraksi dengan anak.

Teori-teori yang agaknya kurang saya patuhi adalah :

1. Jangan pernah berkata dengan nada tinggi kepada anak, karena akan membunuh benih-benih kreatifitasnya.

Ahay... dalam hal ini, jujur saya akui kalau saya meski tidak sering tapi pernah juga berkata keras atau membentak kepada anak. Saya berpendapat bahwa berkata dengan keras itu juga perlu, tergantung keadaannya. 

Jumat, 20 September 2013

Buku Anak yang Pesannya Tak Hanya untuk Anak-Anak.



Beberapa waktu yang lalu saya membelikan buku-buku anak, tentu saja buat anak-anak saya. Terutama Fahri, yang saya harapkan mau rajin membaca. Kebetulan ada promo menarik dari penerbit Indiva.. sepaket buku PECI (penulis cilik) bisa dibeli dengan free ongkos kirim. Ada juga 2 novel anak yang cakep dari penulis dewasa, Bu Nuhayati Pujiastuti. Judulnya Kakakku Tersayang dan Aku Sayang Bunda. Semua buku-buku tersebut tergolong murah harganya, menurut ukuran dompet saya.. karena 1 buku tak sampai menyentuh angka 20ribu hehe.

Alhamdulillah Fahri suka. Namun ternyata minat baca anak sulung saya itu masih kalah sama minatnya buat polah, gerak badan lari-lari, lompat-lompat dan sebagainya, hobinya adalah aktifitas yang penuh dengan gerakan hmm.. Ya.. jadi yang bisa dibaca oleh dia cuman buku-buku PECI, karena merupakan kumpulan cerpen. Ceritanya sedikit dan cepat tahu endingnya. Ya masih syukur deh, dia mau baca hehe..

Zahra juga suka salah satu buku itu. Dia belum bisa baca namun bisa mengenali huruf. Dia tahu salah satu buku itu pada sampulnya tertera huruf-huruf yang membentuk  namanya.. seperti cerita kemarin tuh tentang picbook (disini...http://bintaelmamba.blogspot.com/2013/09/zahra-dan-picbook-kesayangannya.html)
jadi dia ge-er dan suka sekali sama buku itu. Judul salah satu buku PECI itu adalah -Petualngan Zahra dan Catty-

Sabtu, 07 September 2013

Zahra dan Kebiasaan Anehnya

Zahra, bocah perempuan kecil saya itu punya kebiasaan 'ngusuh' kata orang jawa. Itu adalah kebiasaan orang tua yang sudah sangat tua, suka aneh mengumpulkan barang-barang -yang menurut orang kebanyakan dianggap tak berguna- semacam puntung rokok, kemasan makanan, botol bekas minuman dan lain-lain, barang-barang itu dikumpulkan bukan karena sedang kerja sebagai pemulung.  Seringnya barang-barang itu ditaruh dekat tempat tidur, tempat duduk atau tempat manapun yang dirasa paling nyaman dan selalu terlihat olehnya.

Tapi 'ngusuh' ala Zahra ini nggak terlalu parah sih. Dia nggak tertarik mengumpulkan barang-barang yang kotor. Dia cuma suka mengumpulkan kertas-kertas yang gambarnya menarik, kertas apa saja termasuk lebel merek baju, bekas kemasan bedak, obat batuk atau apa saja. Semua barang itu meski saya sapu, coba buang tetep saja diambil lagi dan ditaruh dekat tempat tidurnya :D .. kalau sudah terlalu menumpuk saya harus membuang dan membakarnya saat dia tidur. nangis sih pas nyadar barang 'koleksi'nya berkurang tapi ya sebentar saja abis itu lupa dan mulai ngumpulin lagi. Huhu..

Minggu, 14 Juli 2013

Menyambut First day School dengan Sederhana.


Senangnya hari ini sekolah....
Terlihat Semringah si Zahra, sudah hampir dari setengah tahun yang lalu dia pengeeen sekolah, tapi memang saya tak memasukkannya ke PlayGroup, homeskuling aja sama emaknya di rumah (kalau ngajari mengenal huruf, menggambar, menyanyi dan do'a-do'a pendek masih bisa lah emaknya biar jelek gini ^^), karena juga menunda waktu lebih lama bersama dia di rumah hehehe..

Karena Ramadhan, (dan aslinya juga dari pihak sekolah jahit seragam belum rampung, sehingga seragam yang kami terima belum lengkap) Anak-anak dianjurkan memakai busana muslim saja. Dan juga membawa Iqro.

Dan karena ayahnya si Zahra pedagang baju, maka bolehlah ngabil satu yang baru biar dia makin syeneng. Tak apa-apalah karena dipikir-pikir kami belum membelikan tas, sepatu dan apa-apa alat sekolah baru buat Zahra. Ya kami hanya tak ingin membiasakan bahwa setiap ajaran baru harus serba baru. Toh mereka anak-anak saya tak begitu mengerti barang baru atau bekas. Jadi Zahra yang masih pake sepatu bekas sepupunya --yang kebetulan berwarna pink warna favoritnya-- dia tetep seneng aja nggak protes. Kaus kaki juga bekas punya kakanya si Fahri ---bukan bekas karena sudah terpakai sih--- cuman dulu Ayahnya memberikan Fahri kaus kaki salah warna, anak cowok dibeliin warna oranye menyala sama biru campur pink yang cewek banget. Jadi kaus kaki yang gak jadi terpakai itu saya simpan sejak dulu buat Zahra. Dia hepi-hepi saja tuh^^..

Ya maksud saya adalah mengajarkan kesederhanaan sejak awal, smoga kelak bisa mereka mengerti dan menjadi idelaisme dan gaya hidup dalam diri mereka.

Fahri juga enjoy aja tetap memakai tas lama, karena masih ada 2 tas yang kuat dan bahannya belum  ada yg rusak. Masih bisa terpakai kenapa harus beli yang baru? iya kan..

Nah ini dia ekspresi ceria mereka.. saya sama suami gemas mengabadikan gambar mereka.. tadaaa..

Mejeng dulu sebelum berangkat sekolah ^^

Selasa, 09 April 2013

Like Mother Like son

Anak selalu nggak jauh beda sama oarang tuanya. Apa tuh pribahasanya? kacang ora ninggal lanjaran atau buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya...

Cerita krucilku hari ini,
Fahri tergopoh-gopoh sarapan, dia agaknya sudah mengerti konsekwensinya kalau terlambat akan kena sangsi disuruh ambil sampah-sampah di halaman sekolah. Saya sibuk meneruskan masak, yang sudah matang cuma nasi dan ayam goreng pemberian Mbah uti sementara belum ada sayur. Sementara Fahri yang sudah mandiri itu mengambil dan memakai baju sendiri, mempersiapkan tas dan sepatunya sendiri dengan sedikit bantuan dan intruksi Ayahnya.

Pas jam setengah tujuh dia berangakt diantara Ayah, sementara saya masih juga berkutat dengan bumbu-bumbu dan kompor.

Tak ada lima menit terdengar suara sepeda Ayah. 'kok cepet banget?' pikir saya. Ternyata ayah kembali lagi bersama Fahri, dia SALAH SERAGAAAAM...

Sabtu, 30 Maret 2013

Hadiah Lomba Sains.

Fahri bersama adiknya Zahra, kedua-duanya sangat aktif dan tak mau diam, selalu saja ada  tingkahnya yang membuat rumah kami ramai.
*** 



Terkadang orang sering salah ucap ketika sedang capek dan lelah melihat tingkah laku anaknya pada usia pertumbuhan. Saya pun demikian, ketika merasakan lelah dengan tingkah polah anak laki-laki saya, si Fahri. Saya menyebutnya sebagai anak yang nakal, aktif, super aktif bahkan hiperaktif. Padahal ternyata sebutan yang terakhir itu salah.

Saya diberitahukan oleh seorang teman bahwa aktif dan hiperaktif itu berbeda.
Pada anak aktif otaknya normal tanpa gangguan, hanya saja energi yang dipunyai berlimpah sehingga seorang anak mempunyai keinginan untuk terus bergerak sehingga ia tampak lebih 'tak bisa diam' dibanding anak-anak lain.

Sedangkan hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama kurang mampu memusatkan perhatian. Gangguan itu disebabkan oleh kerusakan kecil pada sistem syafaf pusat dan sehingga menyebabkan rentang konsentrasi penderita menjadi sangat pendek dan susah dikendalikan. Perilaku anak sangat aktif diluar batas wajar dan susah mengontrol emosinya.

Ditambah dari membaca info-info di website yang bertebaran dan juga menonton tayangan-tayangan televisi tentang tumbuh kembang anak, ternyata saya salah besar telah menjuluki Fahri sebagai anak yang hiperaktif. Toh selama ini dia masih bisa fokus saat saya memberikan intruksi dan berbagai stimulasi untuk tumbuh kembangnya. Saat diajari mengaji dia masih bisa menyerap pelajaran tapi tetap sambil bergerak, kaki digoyang-goyang, tangan memukul-mukul kursi dan ada saja yang membuatnya bergerak. Rasanya ketika 5 menit saja saya coba suruh diam dia akan kesemutan deh, kadang seolah dia bisa diam sejenak namun ketika saya amati jari-jari kecilnya masih bergerak bergoyang-goyang di belakang punggungnya hehehe..

Belum lagi ketika bermain. Dia mudah bosan dengan satu jenis permainan, ketika sebuah puzle sudah ia taklukkan, atau sebuah mobil-mobilan atau mainan berbaterai berhasil ia bongkar (namun jarang bisa memasang kembali dengan benar..) dia mudah sekali meminta atau bahkan membuat mainan baru. Bahkan Fahri lebih memilih tidak menggunakan uang saku sekolahnya untuk membeli jajanan, ia lebih memilih membeli mainan-mainan kecil yang lucu. Seperti senter mini, bulpen yang ada lampu kecilnya, magnet, dan mainan-mainan sebagai obyek baru 'penelitian'nya.

Banyak orang bilang bahwa anak nakal itu banyak akal. Guru-guru TK Fahri juga mengatakan demikian, meskipun mereka selalu mengeluh capek ngopeni(1) tingkah Fahri yang tak bisa diam, tapi mereka menebak bahwa perkembangan otaknya akan terarah baik jika ditimulasi dengan tepat.

Umur 7tahun Fahri mulai suka menulis pengalamannya di file komputer. Smoga suatu saat juga bisa menjadi penulis.. amiiin


Selasa, 05 Februari 2013

Kangen..

Sedang musim sakit di lingkungan kami.
Yang marak di musim penghujan selalu saja demam berdarah. Karena jika sudah ada 1 orang yang kena maka menularnya cepat banget. Si aides aigepti (bener gak ya nulisnya? :D) itu setelah gigit si sakit kemudian gigit orang lain bakalan lebih mudah menularkannya.

Fahri sudah 2x kena DB dan opname. Sehingga awal musim penghujan saya sudah selalu berusaha 'berperang' melawan si nyamuk nakal itu. Menguras bak mandi, seminggu bisa lebih dari 1x, bersih-bersih rumah dan sekitar kebun, pasang obat nyamuk, oles lation anti nyamuk pagi dan sore, bahkan suami saya menutup semua ventilasi udara dengan kawat anyaman yg diperkirakan gak bisa dilewatin nyamuk, sering-sering membuat jus jambu merah sendiri (bukan beli kemasan yang instan).

Namun ternyata memang semua itu tidak menjamin aman dari bahaya si Nyamuk. Mulai beberapa hari yang lalu kedua anak saya sakit, demam, batuk pilek biasa sih awalnya. Namun jika sudah mencapai hari ke 4 belum sembuh saya selalu bawa cek darah ke laboratorium puskesmas dekat rumah kami.

Senin, 21 Januari 2013

Fans pak Tarno.

Acara rangking 1 di trans TV dulu sering menampilkan pak Tarno. Dan Zahra sukaa banget, sampai hafal nyanyinya yang bunyinya gini : ... "dari jawa aa nagin nagin.. awa awa... awa awa.. oh oh hwaaaa.." :D

Ini dia vidionya :

 ***

Masa kecil anak-anak adalah harta paling manis yang tak bisa dibeli. Dan membersamai mereka dalam masa itu adalah sebuah kebahagiaan. :)

Obengnya Fahri...

Belajar masang vidio nih.
Vidionya Fahri pas masih umur 2 tahun. Masih belum punya adek. Diunggah oleh pakdenya di youtube. (saya sih belum bisa kayak gituan hehe)

Ceritanya dia tuh sedang asyik mainan kereta api. Sok sok mbetulin mesin pake obeng kecil. Sambil nyanyi-nyanyi lucu. Eh tiba-tiba obengnya kecemplung masuk ke dalam kereta dan nggak bisa mengeluarkan hehehe..

Cekidot deh^^

***

Selasa, 06 November 2012

Pasang surut sebuah kesadaran.

Saat menjemput Fahri pulang sekolah, ada kejadian yang membuat saya sedikit tertegun. Kebetulan saat itu dia sedang UTS sehingga pulangnya tidak terlalu siang. Karena ujian, maka masing-masing anak yang sudah selesai biasanya keluar ruangan lebih dahulu daripada temannya. Saya menunggu di emperan masjid yang letaknya di dekat kelas 1 Al-fattah (ruangannya Fahri). Emperan tersebut memang biasanya digunakan ibu-ibu para walimurid untuk duduk-duduk menunggu anak mereka keluar dari kelas.

Salah seorang teman sekelas Fahri yang bernama Aidil terlihat berlari keluar kelas, sementara 2 bugurunya mengejar sambil memangiil-manggil namanya.
"Aidil.. Aidil ayo kembali ke kelas dulu, sayang... dikerjakan dulu soalnya!" ajak Bu Umi halus.
"Nggak mau!!" Aidil menjawab cuek sambil tersenyum cengengesan. Namun dibalik senyum itu aku melihat sedikit rasa ketakutan yang berusaha dibuang jauh-jauh (ah, mungkin saya hanya sok tahu..).
'Ayo Aidil, anak bagus.. nanti ditemani Bu Fathin ya ngerjainnya.." bujuk Bu Fathin. Guru yang sedang hamil besar itu terlihat sangat sabar dan telaten menangani kerewelan anak didiknya.

Minggu, 21 Oktober 2012

Cerita kecil di studio foto

Ceritanya tadi habis dari studio foto... hmm ya jelas acaranya mau bikin foto lah untuk keperluan membuat KTP.

Nah di studio foto tersebut si Zahra ketemu adek kecil anaknya orang cina. Pipinya cubby, pitih beniiing kulitnya, imut dan lucuu banget. Namanya Michelle, kelihatannya sedang sama mbak pengasuhnya deh (soalnya enggak mirip hehe..) dan dia dipanggil Memey mirip seperti tokoh dalam Upin Ipin.
Ya bisa dipastikan Zahra sueneng banget main sambil nunggu fotonya jadi.

Iseng foto deh :

Fahri, seperti biasa enggak mau difoto. Dia hanya memberikan tangannya buat kamera :D..  duuuh sizahra kalau bersanding sama Adik Memey kelihatan jadi item, padahal kalau di rumah dia paling putih bening hehehe...

Jumat, 19 Oktober 2012

Alasan saya setuju dengan dihapuskannya materi bahasa inggris di SD.

Belakangan beberapa teman sama membicarakan tentang rencana dihapuskannya materi bahasa ingrris dari pelajaran SD. Beberapa teman ada yang menyayangkan hal tersebut dikarenakan berpikir tentang masa depan anak-anak mereka kelak, zaman persaingan global yang makin terbuka dan bahasa internasional adalah bahasa inggris. Jadi Bahasa inggris diajarkan sejak dini itu sangat membantu dalam perjalanan belajar dan kemampuan yang dimiliki anak-anak kelak. Hmm...

Dan, ini adalah pendapat saya tentang fenomena tersebut :
Saya setuju sekali jikalau benar materi Bahasa inggris tersebut dihapus. Sebab, saya lihat sendiri bahwa anak-anak tersebut merasa berat. Tak jauh-jauh saya mengambil contoh. Anak sulung saya sekarang kelas I MI (setara SD). Dia dan mayoritas teman sekelasnya itu baru tertatih-tatih dalam membaca. Sudah bisa membaca namun belum lancar dan cepat. Dan bahkan minoritas dari teman sekelas Fahri itu ada juga yang masih susah membaca. Dan mereka juga diharuskan mempelajari bahasa inggris yang tulisan dan cara membacanya sangat berbeda dengan bahasa indonesia.

Rabu, 26 September 2012

Manisnya pagi.

Tadi pagi, sekitar jam sembilan, saat saya masih asyik menikmati sarapan, merasakan 'eksotis'nya rasa brengkes pencit kesukaan saya. Tiba-tiba Fahri datang bersama Zahra membawa sebuah karangan bunga ala mereka. Mereka datang dengan aroma pengen rebutan dan bertengkar. Zahra seperti biasanya menjadi pihak yang suka merebut apa yang menarik hatinya, tak peduli milik siapa. Dia ingin sekali merebut bunga yang ada di tangan Fahri.

"Bungae aku, mas..bungae aku, mas.." rengek Zahra sembari tangannya mengagapai-gapai.
"Nggak boleh.. ini bunga buat ibuuu," jawab Fahri sembari setengah membentak karena jengkel.

"Kasihkan adeknya, Fahriii!" suruhku sebagai solusi praktis agar bisa tetep melanjutkan sarapan dan Zahra bisa diam.

Selasa, 25 September 2012

Halusinasi

Ketika Fahri (anak sulung saya) demam tinggi. Pada puncaknya suhu panas badannya dia terkadang suka berteriak ketakutan sembari menunjuk-nunjuk ke sebuah arah.

"Itu.. Itu..." sambil menunjuk-nunjuk ketakutan. Kadang juga menceracau tak bisa dimengerti. Tatapan matanya tak mau melihat pada saya maupun ayahnya. Beberapa kali terjadi seperti itu, Mengingat telah 2 kali dia opname akibat DBD yang selalu ditandai dengan panas tinggi, selalu terbit kekhawatiran di hati saya jangan-jangan kena DBD lagi. Setiap sehari demam selalu langsung saya bawa periksa dan juga rutin memberikan obat yang kami dapat.

Alhamdulillah keesokan harinya sudah kunjung membaik. Perlahan tapi pasti ia kembali pulih, panasnya kemarin bisa jadi karena kecapekan dan cuaca kemarau yang panas siangnya teramat sangat tinggi.

Beberapa orang menganggap kejadian seperti itu dinamakan kesambet atau kemasukan jin. Namun saya tidak serta merta mempercayainya, karena saya juga mengetahui dari membaca, menonton tivi dan mendengar radio. Bahwa halusinasi pada anak yang sedang demam tinggi itu wajar terjadi. Saking panasnya, seorang anak yang ketika normal sehat saja sering berimajinasi, maka ketika sakit imajinasi tersebut bisa makin tak terkendali. Saat pagi sudah tenang pernah saya tanyakan apa yang dia lihat semalam yang membuat dia ketakutan. Dia menjawab "Kepalaku sakit, bu.. seperti ada batu besar sekali, ditumbuhi rumput  dan menggelinding kepadaku..". Logis dirasakan orang dewasa ketika sangat pusing, kan. Ketika ditambah imajinasi ala anak-anak bisa menjadi halusinasi yang sangat menakutkan sehingga ia sampai berteriak histeris.

Kamis, 13 September 2012

Ngiri adek yang pake lipstik

Dulu saya sangat mengharapkan anak perempuan. Dan baru kesampaian pada anak kedua, si Zahra.
Suka sekali anak balita perempuan itu lucu dan bisa didandanin macem-macem. Tentu saja, ketika sudah punya Zahra dia sering jadi sasaran saya buat dijadikan lucu-lucuan dalam berdandan hehe..

Anaknya pun manut binti nurut. Kebetulan ternyata si Zahra ini bawaannya 'ceweeeek' banget, alias gaya bicaranya kalem, suka didandanin dan suka menirukan kerjaan seperti masak, nyuci, nyetrika, nyapu dll.

Saya kadang iseng memakaikan lipstik dan menggambar alisnya. juga tak lupa menambahakan tahi lalat palsu di tengah alis meniru gaya orang india^^

Rabu, 13 Juni 2012

Mengajarkan anak pada bahasa tanah kelahirannya.







Suatu hari aku pernah kedatangan tamu seorang teman yang mana anaknya dibiasakan berbahasa indonesia. Maklum sekali karena dia dan istrinya beda suku jadi mengajari anaknya bahasa nasional. Ketika berbincang dan bermain-main dengan anakku yang sehari-hari kami biasakan berbahasa jawa, agaknya mereka kurang nyambung. Dan yang namanya anak-anak memang biasa terjadi pertengkaran kecil yang ujung-ujungnya gampang sekali untuk rukun kembali.
“Maaf.. mungkin karena nggak nyambung bahasanya ya, jadi rame.. Fahri kami ajarkan bahasa jawa saja.”
“Lho emangnya kita ini orang indonesia apa orang jawa??” tiba-tiba temanku itu menanggapi dengan serius dan berapi-api. Sepertinya menganggapku tidak nasionalis, fanatis kedaerahan atau bagaimana, aku juga kurang faham. ‘Lho?’.....
“Iya orang indonesia dan jawa juga sih... hehe.” jawabku dengan nada canda namun ternyata terasa garing.

Sabtu, 11 Februari 2012

Hal kecil yang merupakan prestasi...

Zahra,.. sudah hampir genap berusia 3 tahun.
Prawan kecilku yang terbilang cukup girly karena sering terlihat suka berdandan, berkesperimen dengan rupa-rupa kain untuk dipake kerudung (kadang handuk, kadang taplak, kadang juga serbet hehehe), yang anehnya dia tak begitu tertarik dengan boneka. Tak pernah merengek minta dibelikan ketika bertemu di jalan. Hmm...

Kemarin dia telah melakukan sesuatu yang agak beda.

Rabu, 13 Juli 2011

Fahri berkata 'Ingin melihat salju disini'

Fahri berkata 'Ingin melihat salju disini'

Kemarin tiba-tiba sulungku si Fahri bertanya tentang salju. Saat aku sedang asyik dengan latipah (nama netbook mungilku) sedang mengetik sambil sekali-kali mengintip facebook. melihat grup Ibu rumah tangga. membaca rumpi Ibu-ibu tentang beasiswa sekolah ke Jepang.

"Bu aku pengen melihat salju disini..!" ucapnya Fahri..
Duuuh.. tau nggak sih kalau aku selalu berdebar-debar saat membayangkan salju. Mimpi yang kalau buatku seolah-olah -nggak mungkin- lagi. Tapi bisa jadi kalau untuk anakku masih mungkin... hmm,

"Disini nggak ada salju nak." jawabku.
"Tapi aku pengeeen.." aku tertawa campur meringis...

"Yang ada salju itu di negeri Jepang sana lho.. jauuuh" kataku. "Nanti kalau Fahri sekolahnya pinter, ngajinya pinter pasti bisa sekolah dan pergi ke jepang..." lanjutku bersama gumpalan do'a untuk anakku. 

"Sip deh Bu.. nanti aku mau sekolah yang pinter, trus mondok di Langitan.. trus sesudah itu sekolah ke Jepang ya!." Ucap Fahri mantap kemudian berlari ngacir keluar kamar. Kembali bermain dan melupakan percakapan kami. Dasar anak-anak, ada-ada saja pertanyaannya.


Fahri bisa saja sekejab melupakan perbincangan itu. Namun tentu saja aku terus terbayang dan sedikit-sedikit menguntai impian. Mengumpulkan tekat perjuangan jangka panjang....
Bercitalah setinggi bintang Nak! InsyaAllah Ibu dan Ayah berjuang mendukung dan tak pernah libur mendo'akan. 
:)

***

Gambar diambil dari sini.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...