Tampilkan postingan dengan label Tentang hijab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang hijab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Tak harus menunggu sempurna

Tak sengaja melihat acara insert pagi (biasanya jarang melihat infotaiment), ada yang membuat saya terharu..

Ada artis (lagi) yang bertekat mengubah penampilan dengan berhijab. Dalam wawancara secara tegas dia bilang "Saya sungguh belum sempurna, dan dengan berubah begini juga bukannya ingin terlihat sempurna.. sungguh saya masih harus banyak belajar, mohon maaaf jika saya masih belum bisa baik setelah memakai jilbab ini, saya harus masih banyaaak sekali belajar dari teman-teman yang sudah lebih dulu diberikan hidayah untuk berjilbab".

Sabtu, 16 Maret 2013

Hidayah adalah sesuatu yang berharga.


Saya dilahirkan dan tumbuh besar di dalam lingkungan yang Alhamdulillah kondusif sekali untuk berjilbab dan melakukan syari'at agama dengan taat.

Ya, sejak jenjang pendidikan pertama hingga akhir yang yang pernah saya lalui semua berbasic agama. RA (Raudhotul Athfal) setingkat TK, MI (Madrasah Ibtidaiyyah) setingkat SD, MTs (Madrasah Tsanawiyyah) setingkat SMP, MA (Madrasah Aliyah) setingkat SMA sampai ke pesantren salaf. Kesemuanya adalah lingkup pendidikan yang mewajibkan jilbab sebagai seragam dan tentu saja penyampaian ayat-ayat kewajiban hijab sudah sejak dulu saya dengar, saya baca dan saya ketahui.

Namun bukan berarti lingkungan yang sudah sangat-sangat mendukung tersebut bisa membuat semua penghuninya lantas semuanya patuh berjilbab dan patuh pada syari'at. Tidak, tidak begitu ternyata faktanya. Pada prakteknya sebagian menggunakan jilbab/kerudung hanya ketika ke sekolah, ngaji atau keluar rumah saja. Sementara untuk acara di rumah, main ke tetangga enggan menggunakan jilbab. Ternyata hidayah itu tidak begitu saja diberikan kepada semua orang. Ketika sudah pernah mendengar jilbab itu wajib dan nyata-nyata dalilnya dibacakan tidak membuat orang serta merta patuh menjalaninya. Ada saja alasannya... termasuk saya, saat di MTs, MA yang mana usia sudah balligh saya tetap saja menjadikan jilbab sebagai pakaian seragam sekolah. Pakaian yang dipakai saat ngaji dan pergi-pergi saat sudah mandi hehe.. maksud saya ya berjilbab berarti untuk pakaian resmi sore hari atau pergi-pergi yang butuh tampilan 'resmi'.. entahlah. Saya sendiri lupa dan tak menemukan alasanya kenapa, akhirnya ya jawabannya itu hanya satu, yaitu karena saya belum dapat hidayah.

Hidayah itu terkadang mahal terkadang juga murah. Murah, karena bisa dipetik dimana saja. Katakan saja dari buku, sudah banyak sekali yang mendakwahkannya di sana. Dari pengajian-pengajian, dari sekolah, organisasi keislaman, pesantren dan lain-lain. Mahal? karena terkadang kita harus membayar mahal saat memetiknya. Misalnya usai mendapat bencana atau mengalami kejadian yang luar biasa menyedihkan baru mulai berubah menjadi lebih baik dalam beragama.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...