Kopi, seolah memang telah menjadi teman hidup saya, dari kecil sampe sudah berumah tangga menjadi emak-emak sekarang. Sehari tak berjumpa aromanya saja seolah hilang semangat dan kepala nyut-nyutan. Orang kampung saya bilang itu namanya 'ndakik' alias kecanduan. Ya emang nyandu sih, tapi inysaAllah nggak apa-apa, lambung saya baik-baik saja sampai saat ini karena saya meminumnya pun menjaga jangan sampai berlebihan.
Saya
mempunyai begitu banyak cerita yang mengiringi momen-momen manis saya bersama
kopi. Dan terkadang dengan menyesap kembali kopi yang sama, atau bahkan hanya
dengan melihat bungkus mereknya saja saya seolah terbawa kembali mengarungi
kenangan manis itu. Salah satunya adalah bersama “Kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak”
Kopi
itu membuat saya terkenang kembali pada masa-masa indah dulu saat masih
unyu-unyu^^. Saat masih menimba ilmu di Pesantren. Menjadi seorang santriputri
yang penuh aktifitas, semangat dan juga keceriaan bersama sahabat-sahabat
senasib seperjuangan.
Di
pesantren itu kami santri-santri diwajibkan menghafal pelajaran yang
diringkaskan melalui syair-syair berbahasa arab. Jadi semacam kata kunci untuk
menjabarkan sebuah bab pelajaran-pelajaran agama. Ulama-ulama’ zaman dahulu
meringkasnya dalam syair-syair yang runut dan mudah dihafalkan dengan cara
dinyanyikan dengan irama tertentu.

