Tampilkan postingan dengan label #HafidzIndonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #HafidzIndonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

Mahkota dan Jubah Kemuliaan itu Telah diberikan Di Dunia Kepada Mereka

Harusnya ini saya posting kemarin pada akhir-akhir Ramadhan. Tentang celoteh  hati saya tentang para Hafidz cilik di acara #HafidzIndonesia. Namun ternyata saya harus tenggelam dalam kesibukan jelang lebaran, silaturrahmi dua keluarga (saya dan suami sama-sama dari dua keluarga buesaaar jadi acara anjangsana kunjung sana kunjung sini pada kerabat-kerabat -prioritas ke yang lebih sepuh- rasanya 7 hari pun enggak selesai deh hehe. Jadi ya terpaksa enggak bisa posting deh tentang kata hati yang ngendon di kepala dan pengen banget nulis di blog.

Kembali ke topik semula...
Semua pasti juga pada ngerti kalau yang menang adalah Hilya Qanita, si kalem dan selalu tenang meskipun kadang suaranya serak-serak kurang nyampai nafasnya saat ngaji, namun tetap tepa caranya memotong penggalan ayat.

Semua juga pada ngerti kalau yang masuk wisuda akbar adalah Farid (yang tartilnya indah, tajwidnya bagus, makhrajnya cuakep), kemudian Rifa (yang ternyata anak muridnya Papahnya Hilya, sama bagusnya saat ngaji, meski ya emang kelihat juga kalau Hilya lebih 'terasah') kemudian Raihan (yang polahnya nggak bisa diem namun saat ngaji bisa tenang seolah tersihir.. Subhanallah, trus badannya gede namun ternyata umurnya baru 5 tahun).


Sungguh saya hanya ingin mengenang, untuk kemudian meneruskan motivasi dan menyemangati diri sendiri, mengistiqomahkan juga menelatenkan diri untuk merealisasikan harapan menjadikan anak-anak saya bisa mencintai Qur'an seperti mereka.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Tak Ada yang Instan kecuali Mie...

Ramadhan hampir saja berakhir ya...
10 hari terakhir serasa semakin berat. Suasana 10 hari terakhir yang harusnya menjadi ajang pencarian Lailatul Qodar malah semakin sepi peminat. Baris-baris tarawih di musholla depan rumah saya hanya tinggal sebaris aja.. Mirizzz tapi bukan hal yang mudah memang mengubah fakta itu...

Oh ya, ramadhan ini saya masih setia menonton acara #Hafidz Indonesia, yang sore setiap jam setengah tiga itu tetep saya bela-belain sambil masak lari-lari dari dapur ke ruang tengah tempat TV berada, Volume saya kencengin agar kalo kelewat masih bisa dengar suaranya, karena meski ada tayangan ulang selepas sahur saya gak bisa nonton,.. yaa waktu buat ngaji sendiri juga doong.

Dan karena acara tersebut bagi saya tetap menjadi motivasi dan dorongan untuk bercita-cita mempunyai anak-anak yang Hafidz-Hafidzah.

Saya mengidolakan semua peserta. Karena mereka semua hebat. Saya merasa itu bukanlah sebuah kompetisi, meskipun secara kreatifitas pekerja TV itu menampilkan konsepnya seperti persaingan mendapat gelar terbaik dan terhebat. Mengekor kompetisi ajang-ajang pencarian bakat yang sedang marak di sana-sini.

"Cemerlang..! dengarkan baik-baik ya.. perhatikan dengan tenang, agar Cemerlang mendapat rahmat.." Selalu teringat kata-kata Alvin Firmansyah kepada setiap peserta saat akan melakukan tes sambung ayat. Dia adalah si anak hebat penghafal 17 juz yang jadi juri sambung ayat di acara #Hafidz Indonesia tersebut. Anak itu benar-benar mencuri perhatian saya karena suaranya pas ngaji sangat bagus, tajwidnya bagus,  makhrajnya bagus  Langgamnya merdu dan indah.. duuuh Subhanallah, dulu saya sangka penguji ayat itu dari kaset-kaset ngajinya Syaikh arab.. (boleh doong ngefans.. kayak orang-orang lain saat ngefans sama Fatin Sidqia Lubis ^^)


Alvin bersama bunda dan adik-adiknya yang juga penghafal Qur'an.. gambar berasal dari : http://fey777.com/alvin-si-hafidz-cilik-anak-biasa-yang-luar-biasa.html 


Dan setelah saya telusuri, mencari-cari info tentang Alvin itu saya menemukan beberapa hal yang menarik. Diantaranya adalah kisah kesehariannya, yang mana Alvin bukanlah terlahir dari pesantren atau SDIT. Dia sekolah di SD biasa yang pulangnya tak sampai sore hari, masih punya banyak waktu bermain layaknya anak-anak. Subhanallah.. telaten sekali ya orang tuanya.

Sabtu, 20 Juli 2013

Tak Perlu Berkorban Pulsa Sms Untuk Mengungkapkan Cinta...

Rasanya baru kali ini saya benar-benar suka, setuju dan mendukung sebuah tayangan televisi yang bertajuk ajang pencarian bakat. Yang secara terselubung telah membangun sosok-sosok idola baru untuk dipuja masyarakat.

Acara #HafidzIndonesia…

Muhtadi Ahmad (Adi ) 3tahun, Peserta Hafidz Indonesia minggu ke2 sudah lancar hafalan juz ke 30 dalam Alqur'an, beserta tajwid dan tartilnya.. Kereeeeen super duper... gambar berasal dari fanpage Hafidz Indonesia : https://www.facebook.com/pages/Hafidz-indonesia-RCTI/538605456187465?fref=ts


Niat saya semula agar Ramadhan tahun ini menghindari TV, karena melihat iklan-iklan program tayangan yang ditawarkan ya itu-itu saja. Sinetron yang dibungkus suasana religi tapi membosankan, banyak yang seting pesantren tapi kadang adegannya nggak sesuai dengan fakta di pesantren, waktu tayang prime time (bertepatan dengan tarawih), iringan menemani sahur dan berbuka juga kebanyakan komedi dan pagelaran musik yang enggak banget. Kemudian karena disms seorang teman yang menginfokan tentang acara #HafidzIndonesia itu, saya jadi berubah fikiran. Mengecualikan untuk tayangan audisi penghafal qur’an cilik itu.
Subhanallah, setelah benar-benar melihat anak-anak kecil itu melafadzkan alQur’an dengan tajwid dan tartil yang indah sekali. Sesak rasanya dada ini. Haru campur aduk antara rasa kagum, malu, kepengen dan lain-lain.

Kagum karena mereka begitu keciiil namun sudah hafal --- tentu saja siapa yang tidak kagum coba?, hebat dan telaten banget bunda-bunda mereka sehingga bisa membentuk anak-anak yang sedemikian.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...