Tampilkan postingan dengan label BLOGGER BICARA CINTA. BLOGDETIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BLOGGER BICARA CINTA. BLOGDETIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Bicara cinta dalam hening pagi.

Ketika jeda bercengkrama bersama cinta,
Ketika cinta mengabarkan kisah dalam rupa-rupa warna,
Dan ketika kisah itu menjelma biru dan jingga.

Seutas tawa..
Segenggam nestapa.
Dalam secangkir realita.

Mengapa aku ditakdirkan bertemu dengan cinta?
Tak pernah ada akurasi jawaban yang memuaskan bait tanya.
Adakah pilihan lain atas lembar-lembar asmara?
Sungguh hanya ritme nafas dan laju detik yang akan berbicara.

Aku tak akan mencari makna tentang cinta.
Dia terlukis dan mengiringi langkahku sepanjang usia.
Mengalirlah selaksa air,
Dan aku akan memilih seperti apa kata tinta yang jernih.

Ini ceritaku, just a litle

Semua orang pasti punya masa lalu. Apalagi tentang cinta, selalu ada saja seribu satu cerita yang meramaikan dunia. Hmmm... ketika ada yang berucap "ini ceritaku tentang CLBK, apa ceritamu?"

Cekidot :

Jika ditanya tentang mantan, jujur saja aku juga punya beberapa 'mantan' orang yang disukai (anak muda sekarang menyebutnya sebagai gebetan). Seseorang yang pernah mengisi hati, ada yang sempat mengikat janji (sekedar janji cinta rasa monyet  keselek permen saat masih jadi anak ingusan di zaman pra sejarah lintas kehidupanku hehe..), ada yang cuma sekedar sesaat mengagumi, juga ada yang cuma merasa jatuh hati namun tak bisa mengetahui adakah orang itu punya rasa yang sama atau tidak. Semua hanya menjadi misteri sampai masing-masing kami berlabuh pada takdir pernikahan sendiri-sendiri.

Selanjutnya aku menjalani rumah tangga bersama teman hidup yang kupilih, membina keluarga, dengan perjalanan yang baik-baik saja. Kemudian sekarang saat tiba masanya marak jejaring sosial yang bisa mempertemukan orang-orang dari masa lalu dalam sebuah belantara maya. Tanpa sengaja mencari, ternyata aku bertemu lagi dengan orang-orang itu. Uhghh... bohong banget jika aku bilang semua baik-baik saja. Ada perasaan dag dig dug yang hadir tiba-tiba, saat kembali bersapa dan berbincang bertukar kabar masing-masing. Ya, memori otak seakan memaksa memutar ulang pada kenangan-kenangan masa lalu.
Obrolan-obrolan dalam jendela chat itu lambat laun berbelok-belok membicarakan masa lalu. Bahkan tanpa sadar aku terkadang mencari jawaban atas misteri cinta masa lalu yang belum sempat mengetahui jawabannya.

Namun aku sadar, Karena kehidupanku yang utama sebenarnya bukan di belantara maya. Kehidupan utamaku adalah di area Offlen, bersama suami yang jelas-jelas nyata membuktikan segenap tanggung jawab sebagai suami dan ayah yang baik. Bersama anak-anak yang sehat, cerdas dan lucu. Seharusnya aku tak lagi mencari-cari jawaban misteri masa lalu, sementara kebahagiaan-kebahagiaan disampingku sudah layak dikatakan lengkap. Seandainya nemu jawaban bahwa dulu dia juga punya rasa yang sama emangnya mau ngapain coba? mau cerai, ninggalin anak-anak, trus merancang tali kasih lagi sama orang di masa lalu itu? atau mau selingkuh? berhubungan diam-diam just for fun *nyenengin setan itu sih*.... NGGAK MAU lah yaw, beneran!.. konyol dan bodoh sekali jika itu terjadi. Naa'udzubillah min syarri dzaalik.

Trus, kini aku alihkan fokus saja bahwa semua teman dunia maya itu hanya sebagai teman. Meskipun pada masa lalu mereka pernah menempati beberapa ruang istimewa dalam hati. Harus menempatkan mereka hanya sebagai mantan, tak lebih. Berhati-hati menjaga sikap dan mengambil langkah ke depannya, jangan sampai melanjtkan benang merah di area maya apalagi sampai area nyata.


Gula-gula di masa lalu kalau diingat-ingat seakan lebih manis dan enak. Namun masakan olahan kita di masa kini, yang telah kita pilih dan  racik dengan dengan hati-hati, sungguh itu lebih menyehatkan. Pilih mana?

Just a litle story. Smoga menjadi renungan buat anda-anda yang sudak punya ikatan pernikahan dan  kebetulan punya cerita yang hampir sama tentang mantan orang 'istimewa'.

:)
***

Tulisan ini diikutkan lomba Blogger bicara cinta, Blogdetik.
Info lomba ada disini.

Jumat, 17 Februari 2012

Meramu bumbu menjadi racikan yang pas...

Indahnya pernikahan, ketika pasangan idaman sudah bersanding di pelaminan.

Namun, kelak semua berjalan seperti logika yang biasa terjadi. Orang bilang menikah itu tak hanya menikmati manisnya madu, Namun juga harus mau mengarungi lautan jamu. Pahit manis harus dilalui bersama.
Semua tampak baik-baik saja ketika melewati masa 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun.. ah terkadang sebelum melewati rentang waktu itu ada juga beberapa pasangan yang sudah menyerah karena menemukan ketidak cocokan, tertarik dengan rumput tetangga yang kelihatan lebih hijau, atau juga karena bosan.

Bosan karena setiap hari bertemu orang yang sama, melakukan aktifitas yang juga hampir selalu sama, kemudian ditambah lagi terkuaknya beberapa sifat buruk pasangan yang sebelum menikah belum tentu dipublikasikan hehe.. semakin lengkaplah keadaan itu membumbui rasa bosan menjadi menjadi semakin mirip dengan rasa sebal, muak dan semacamnya. Huft.. tarik nafas dalam-dalam dan mari ucapkan istighfar sembari mengingat sifat baik dan kelebihan pasangan yang pernah membuat kita jatuh cinta^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...