Alhamdulillah buku #TeatrikalHati sudah datang kemarin diantar pak kurir..
Bahagia, senang sekali rasanya melihat penampakan fisik buku duet novel kami itu. Rasanya beda gitu ya baca dalam bentuk buku sama ketika masih dalam draft komputer kemarin. Pas masih jadi draft bolak balik ngedit sampai kayaknya buosen hehehe eh ketika jadi buku masih pengen baca-baca lagi.
Semua penampakan sangat memuaskan, dari kaver yang glosy, font tulisan yang besar, spasi lebar.. nyaman bangat deh buat pembaca yang pengelihatannya agak kabur kalau baca huruf semut, *itu loh cetakan yang terlampau kecilll biasa saya namakan huruf semut hehe..
Namun sayang sekali ada satu yang kurang... hiks.. ucapan terima kasih saya nggak dimuaaaat, cuma ada ucapan terima kasih dari pathner saya, mbak rantau Anggun. Duuh kecewa sih, tapi ya sudahlah, otoritas penerbit tidak bisa diganggu gugat sih. Tak ada gunanya juga komplen kalau buku sudah cetak dan edar. Mungkin kebijakan itu diambil buat pengiritan jumlah halaman. Ya nggak apa-apa.. saya ikhlas, kecewanya cuma sebentar, karena sudah tertutupi kebahagiaan kelengkapan lain dari buku itu. Juga kabar-kabar menyenangkan dari teman-teman yang sudah mengirimkan jepretannya pas jalan-jalan di toko buku, bahkan ada yang mengirimkan foto si #TeatrikalHati berada dalam rak buku laris, lebih dari sekedar cukup untuk mengobati kekecewaan. Untuk memperbanyak rasa syukur dan terimakasih kepada Allah SWT. Sungguh tanpa campur tangan Yang diatas, kami tak mungkin bisa merasakan episode manis ini.
Oleh karena itu saya ingin postingkan disini saja deh ucapan terimakasih, yang sedianya untuk dimuat dalam buku, ini dia tulisannya.. :
Bahagia, senang sekali rasanya melihat penampakan fisik buku duet novel kami itu. Rasanya beda gitu ya baca dalam bentuk buku sama ketika masih dalam draft komputer kemarin. Pas masih jadi draft bolak balik ngedit sampai kayaknya buosen hehehe eh ketika jadi buku masih pengen baca-baca lagi.
Semua penampakan sangat memuaskan, dari kaver yang glosy, font tulisan yang besar, spasi lebar.. nyaman bangat deh buat pembaca yang pengelihatannya agak kabur kalau baca huruf semut, *itu loh cetakan yang terlampau kecilll biasa saya namakan huruf semut hehe..
Namun sayang sekali ada satu yang kurang... hiks.. ucapan terima kasih saya nggak dimuaaaat, cuma ada ucapan terima kasih dari pathner saya, mbak rantau Anggun. Duuh kecewa sih, tapi ya sudahlah, otoritas penerbit tidak bisa diganggu gugat sih. Tak ada gunanya juga komplen kalau buku sudah cetak dan edar. Mungkin kebijakan itu diambil buat pengiritan jumlah halaman. Ya nggak apa-apa.. saya ikhlas, kecewanya cuma sebentar, karena sudah tertutupi kebahagiaan kelengkapan lain dari buku itu. Juga kabar-kabar menyenangkan dari teman-teman yang sudah mengirimkan jepretannya pas jalan-jalan di toko buku, bahkan ada yang mengirimkan foto si #TeatrikalHati berada dalam rak buku laris, lebih dari sekedar cukup untuk mengobati kekecewaan. Untuk memperbanyak rasa syukur dan terimakasih kepada Allah SWT. Sungguh tanpa campur tangan Yang diatas, kami tak mungkin bisa merasakan episode manis ini.
![]() |
| Novel yang siap dihantarkan kepada pemenang kuis, para edors dan first reader, juga para pemesan :) |
Oleh karena itu saya ingin postingkan disini saja deh ucapan terimakasih, yang sedianya untuk dimuat dalam buku, ini dia tulisannya.. :

